12 Gerai McDonald’s di Sri Lanka Ditutup, Ini Alasannya
EKONOMI & BISNIS
Mar 25 2024, 21.31
McDonald's telah mengakhiri perjanjian dengan mitra lokalnya di Sri Lanka. Akibatnya 12 gerai resto cepat saji tersebut juga telah ditutup.
Gerai-gerai McDonald's di seluruh Sri Lanka ditutup pada 24 Maret setelah raksasa makanan cepat saji asal Amerika Serikat ini meluncurkan pertarungan hukum dengan pemegang waralaba lokalnya atas tuduhan kebersihan yang buruk.
Pengadilan Tinggi Komersial Kolombo memerintahkan penutupan hingga 4 April, setelah perusahaan induk menuduh pemegang waralaba lokal gagal memenuhi standar kebersihan internasional.
"Penutupan diperintahkan sambil menunggu investigasi," kata seorang pejabat pengadilan kepada Reuters.
"Perusahaan induk memutuskan untuk mengakhiri perjanjian dengan pemegang waralaba karena masalah standar," kata Sanath Wijewardane, seorang pengacara McDonald's.
"Mereka tidak berbisnis di negara ini. Mereka mungkin memutuskan untuk kembali dengan pemegang waralaba yang baru,” ungkap Sanath.
Ia mengatakan bahwa kesepakatan tersebut dibatalkan pada 20 Maret, namun gerai-gerai tersebut tetap beroperasi selama beberapa hari. Sanath menolak untuk menjelaskan masalah ini, tetapi media lokal melaporkan bahwa McDonald's mengajukan tuntutan hukum terhadap mitra lokal, Abans, atas tuduhan kebersihan yang buruk.
Juru bicara Abans menolak berkomentar. Abans telah memegang waralaba dengan 12 gerai sejak perusahaan asal Amerika Serikat ini masuk ke Sri Lanka pada 1998, sekitar 25 tahun yang lalu.
Pemberitahuan terlihat di luar gerai-gerai McDonald's pada 24 Maret yang menyatakan bahwa gerai-gerai tersebut ditutup dan tidak ada indikasi apakah atau kapan mereka akan dibuka kembali.
Sri Lanka, sebuah pulau di Samudra Hindia yang berpenduduk 22 juta jiwa, sedang dalam masa pemulihan dari krisis keuangan yang hebat.