Pemerintah Siapkan Rp200 Miliar untuk Diskon Tiket Transportasi Darat, Laut dan Udara
EKONOMI & BISNIS
Feb 03 2026, 16.42
Pemerintah akan memberikan potongan harga alias diskon untuk tiket transportasi darat, laut dan udara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, potongan harga itu merupakan bagian dari stimulus ekonomi kuartal I tahun 2026.
Menurut Airlangga, total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk paket stimulus ekonomi di kuartal pertama tahun ini mencapai Rp12,83 triliun. Khusus untuk potongan harga tiket transportasi darat, laut dan udara, kata Airlangga, alokasi dana yang disiapkan sebesar Rp200 miliar.
“Rinciannya, pemerintah akan memberikan diskon tiket pesawat hingga 16 persen. Insentif tersebut antara lain berupa Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) khusus tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik. Kemudian Angkasa Pura, airport tax akan kasih diskon 50 persen, kemudian avtur pun akan ada diskon. Sedangkan transportasi laut dan kereta api, potongan tarif tiket akan mencapai 30 persen. Pemerintah juga menyiapkan diskon tarif jalan tol hingga 20 persen,” kata Airlangga usai menjadi pembicara kunci di acara Indonesia Economic Summit 2026 yang diselenggarakan Indonesia Business Council di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Airlangga menambahkan, khusus untuk diskon tiket transportasi udara, laut dan darat pengumuman resmi akan disampaikan melalui laman masing-masing moda transportasi. Kata dia, pemberian diskon ini diharapkan bisa dilakukan sebelum libur Ramadhan dan Idul Fitri.
Selain diskon untuk transportasi, Airlangga menjelaskan, pemerintah juga akan memberikan bantuan sosial berupa beras dan juga MinyaKita.
“Satu lagi kita akan memberikan bansos yaitu beras 10 kg untuk dua bulan ditambah MinyaKita untuk bulan. Total anggarannya Rp12,83 triliun. Targetnya adalah untuk menggerakkan ekonomi lebih tinggi di kuartal pertama tahun ini. Karena tahun lalu, pertumbuhan ekonomi rendah salah satunya karena pemerintah memberikan subsidi Listrik,” jelas Airlangga.
Pada triwulan I 2026, kata Airlangga, pemerintah memastikan tidak akan memberikan subsidi listrik.