Model Bisnis Kian Kokoh, Kerugian PT PWN Turun 74%
EKONOMI & BISNIS
Apr 09 2026, 14.20
PT Platinum Wahab Nusantara Tbk mencatatkan hasil positif dari langkah transformasi bisnis yang dijalankan sepanjang 2025. Perseroan berhasil menekan kerugian secara signifikan sebesar 74% secara year-on-year (YoY), seiring dengan implementasi strategi efisiensi operasional dan perubahan arah bisnis menuju model yang lebih scalable dan berkelanjutan.
Perbaikan ini menjadi momentum penting bagi perseroan dalam memperkuat fundamental usaha, sekaligus menyiapkan fase pertumbuhan yang berorientasi pada profitabilitas. Keberhasilan ini divalidasi oleh kontribusi signifikan dari unit bisnis baru non-ritel, yaitu segmen daging beku (frozen meat) yang berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 32,8 miliar pada tahun 2025.
Di sisi lain segmen minuman tetap menjadi bagian penting dalam portofolio Perseroan dengan kontribusi sebesar Rp 8,6 miliar. Sepanjang 2025, Perseroan secara disiplin melakukan restrukturisasi operasional melalui optimalisasi jaringan usaha dan pengendalian biaya secara menyeluruh. Langkah strategis ini mencakup penutupan titik penjualan yang tidak produktif serta sentralisasi rantai pasok, yang terbukti efektif menurunkan beban usaha dan memperbaiki kinerja keuangan secara keseluruhan.
“Tahun 2025 merupakan periode krusial bagi PT PWN untuk melakukan re-strategize. Fokus kami bukan lagi sekadar ekspansi jumlah gerai, melainkan memaksimalkan produktivitas per aset dan memangkas biaya non-esensial demi mencapai bottom-line yang lebih kuat,” ujar Maulana Hakim, Direktur PT. Platinum Wahab Nusantara Tbk, dalam keterangan tertulis.
Sejalan dengan transformasi tersebut, Perseroan memperkuat struktur pendapatan melalui diversifikasi lini bisnis daging beku (frozen meat) dan produk olahan (processed food). Strategi ini menandai pergeseran bertahap dari model bisnis berbasis ritel gerai, menuju penguatan produk dan distribusi yang lebih luas. Melalui portofolio baru ini, Perseroan kini mampu menjangkau pasar B2B, seperti industri katering dan perhotelan, serta perdagangan modern (modern trade) dengan struktur biaya yang lebih efisien.
“Penambahan lini bisnis daging beku (frozen meat) dan olahan (processed food) adalah langkah strategis kami untuk mendiversifikasi pendapatan. Ekspansi ini memungkinkan penetrasi ke pasar B2B dan modern retail jauh lebih cepat dengan margin yang lebih stabil dalam jangka panjang,” tambah Maulana.
Guna mendukung ekspansi ke depan, Perseroan juga memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi rantai pasok dan peningkatan kapasitas persediaan. Dengan fundamental yang solid dan strategi yang jelas, Perseroan optimistis melanjutkan momentum perbaikan ini di tahun 2026 dengan fokus pada kualitas pendapatan dan pengembangan channel distribusi, serta optimalisasi portofolio produk.
Manajemen meyakini bahwa transformasi yang dilakukan akan menjadi fondasi kuat bagi Perseroan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan menuju profitabilitas di masa mendatang.