Katadata Gelar FGD Sport Summit untuk Perkuat Ekosistem Event Lari di Indonesia
GAYA HIDUP
Feb 25 2026, 17.05
Katadata mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Sport Summit sebagai bagian dari pendalaman insight terkait kesiapan ekosistem terhadap tren olahraga, khususnya running events, di berbagai kota. FGD ini merupakan fase kedua setelah diskusi awal yang sebelumnya digelar pada 23 Februari 2026.
Forum ini sekaligus menjadi ruang alignment bagi para pemangku kepentingan ekosistem olahraga, mulai dari komunitas, penyelenggara, brand, hingga regulator, untuk menyamakan perspektif dan arah pengembangan industri lari Indonesia ke depan.
Chief Content Officer & Co-Founder Katadata, Heri Susanto, mengatakan maraknya event lari turut menciptakan efek ekonomi bagi daerah penyelenggara, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga aktivitas transportasi dan UMKM.
Meski demikian, Heri mengakui pengembangan ekosistem lari masih menghadapi sejumlah tantangan lintas sektor. Tantangan tersebut tidak hanya datang dari sisi pelari dan komunitas, tetapi juga dari kebutuhan brand terhadap KPI yang jelas, koordinasi penyelenggaraan, hingga aspek kebijakan seperti tata ruang kota dan pengaturan transportasi yang kerap menjadi isu dalam pelaksanaan event.
“Karena itu FGD ini kami harapkan menjadi ruang diskusi terbuka untuk menghimpun masukan dan evaluasi bersama agar ekosistem lari semakin kuat dan tidak rapuh. Kalau ekosistemnya kuat, running event tidak hanya tumbuh sebagai tren gaya hidup, tetapi juga mampu menopang aktivitas sosial dan ekonomi,” kata Heri di Kantor Katadata, Rabu (25/2/2026).
Dari sisi brand, Corporate Secretary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Ramon Armando, melihat event lari sebagai kanal strategis untuk memperkuat engagement sekaligus mendorong bisnis ritel perbankan. Ramon menyampaikan keterlibatan bank dalam event lari berangkat dari kebutuhan membangun brand image sekaligus menarik nasabah baru.
“Kami ingin BTN tidak hanya dikenal sebagai bank KPR, tetapi juga brand yang dekat dengan gaya hidup aktif. Event lari membantu membangun pride karyawan sekaligus memperlihatkan bahwa BTN bisa tampil lebih relevan dan engaging,” katanya.
Selain komunitas dan brand, peran media running juga dinilai semakin penting dalam membentuk ekosistem. Alam dari Cerita Pelari menyebut media lari awalnya belum dilihat sebagai sektor yang potensial. Namun, seiring pertumbuhan komunitas dan event, media running mulai mendapat ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Awalnya kami tidak melihat media lari bisa berkembang besar. Tapi seiring waktu, banyak peluang kolaborasi muncul, mulai dari liputan event, produksi konten, hingga kampanye brand, dan itu membuat media running ikut tumbuh bersama ekosistem,” kata Alam.
Dalam diskusi, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menegaskan perannya dalam mendukung penyelenggaraan lomba lari, termasuk pembinaan atlet, dukungan teknis pengukuran rute, serta pengawasan standar lomba yang mengacu pada World Athletics.
Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga menyampaikan tengah menyusun roadmap sport tourism dan menegaskan pentingnya rekomendasi cabang olahraga sebagai prasyarat penyelenggaraan event.
Pengetan Kamardikan Indonesia di Pura Mangkunegaran bertujuan untuk merayakan warisan budaya Indonesia sambil mempromosikan ekonomi digital yang berkembang pesat di Solo.