Tren Baru Gen Z: Perjanjian Pranikah Dipandang sebagai Perencanaan Keuangan
GAYA HIDUP
Mar 09 2026, 08.44
Perjanjian pranikah semakin banyak dipertimbangkan oleh pasangan muda, khususnya generasi Z. Jika dulu perjanjian ini kerap dianggap tabu atau hanya untuk pasangan dengan kekayaan besar, kini pandangannya mulai berubah.
Perjanjian pranikah atau prenuptial agreement (prenup) adalah kesepakatan yang dibuat sebelum menikah untuk mengatur pembagian aset finansial, seperti investasi, properti, atau rekening bersama, jika suatu saat pernikahan berakhir.
Dilansir dari CNBC Make It, Pengacara Hukum Keluarga yang berbasis di Los Angeles, Jacqueline Combs, mengatakan tren penggunaan prenup terus meningkat, terutama di kalangan pasangan muda. Menurutnya, generasi Z memiliki pendekatan yang berbeda dalam memandang hubungan dan pernikahan.
“Bagi generasi ini, isu kesehatan mental menjadi perhatian utama dan tabu tentang perceraian sudah banyak berkurang,” kata Combs, dikutip Senin (9/3/26).
Data menunjukkan perubahan sikap tersebut. Survei yang dilakukan oleh Harris Poll pada 2022 menemukan 42% orang dewasa di Amerika Serikat mendukung penggunaan prenup, sementara 35% responden yang belum menikah mengatakan kemungkinan akan menandatangani perjanjian tersebut di masa depan. Sebagai perbandingan, pada 2010 hanya sekitar 3% pasangan menikah atau bertunangan yang memiliki prenup.
Generasi yang tumbuh dengan informasi terbuka Generasi Z, yang lahir sekitar 1997 hingga 2012, tumbuh di era internet dan media sosial. Akses informasi yang luas membuat mereka lebih mudah mempelajari berbagai aspek kehidupan, termasuk dinamika pernikahan dan perceraian.
Menurut Combs, generasi ini terbiasa mendapatkan informasi dari berbagai sumber, mulai dari berita, media sosial, hingga pengalaman orang di sekitar mereka.
Kondisi tersebut membuat banyak anak muda lebih sadar bahwa pernikahan tidak hanya soal hubungan emosional, tetapi juga keputusan finansial jangka panjang.
Hubungan yang mengutamakan transparansi Selain lebih terinformasi, generasi Z juga cenderung menginginkan hubungan yang lebih terbuka.
Combs melihat banyak pasangan muda menekankan keaslian dalam hubungan dan ekspektasi yang jelas sejak awal, termasuk dalam hal keuangan.
Studi Planning and Progress 2023 dari Northwestern Mutual juga menunjukkan seperempat Gen Z percaya percakapan jujur tentang uang sebaiknya dilakukan setelah tahap awal saling mengenal, tetapi sebelum hubungan menjadi serius. Sementara 38% lainnya menilai pembahasan tersebut idealnya dilakukan ketika hubungan sudah serius, jauh sebelum menikah atau tinggal bersama.
Bagi sebagian pasangan muda, prenup kini tidak lagi dipandang sebagai tanda kurangnya kepercayaan. Sebaliknya, perjanjian tersebut dianggap sebagai cara untuk menyamakan ekspektasi dan menghindari konflik di masa depan.
Menurut Combs, salah satu penyebab terbesar perceraian adalah masalah keuangan. Karena itu, memiliki kesepakatan finansial sejak awal dapat membantu pasangan lebih selaras dalam mengambil keputusan terkait uang.
“Memiliki ekspektasi finansial yang jelas sejak awal dapat membantu pasangan menghindari perselisihan di kemudian hari,” ujarnya.
Tren ini menunjukkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pernikahan. Bagi Gen Z, membicarakan uang sebelum menikah bukan lagi hal yang canggung, melainkan bagian dari membangun hubungan yang lebih jujur dan realistis.