Survei: Menonton Konser Membuat Suasana Hati Lebih Baik

blog_10

GAYA HIDUP

Jul 10 2024, 07.23

Konser musik merupakan salah satu medium yang bisa dijadikan tempat untuk healing atau menghilangkan stres. Sebuah survei yang dilakukan Live  Nation mengungkapkan, 87 persen orang yang menyaksikan konser musik meninggalkan lokasi dengan suasana hati yang lebih baik dibandingkan ketika pertama kali tiba di tempat konser.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa pergi ke konser dapat menurunkan hormon stres, seperti kortisol. Ketika kadar kortisol tinggi dalam waktu yang lama, hal ini akan meningkatkan kemungkinan terjadinya masalah kesehatan yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi, peradangan, dan ketidakseimbangan glukosa.

Selain itu, beberapa peneliti percaya bahwa musik dapat menyatukan manusia. Teorinya adalah bahwa selama evolusi, kelompok manusia yang bermusik bekerja lebih baik bersama-sama sehingga musik mungkin menawarkan keuntungan untuk bertahan hidup.

Teori ini didukung oleh penelitian yang diterbitkan pada tahun 2020 yang menunjukkan bahwa bergerak bersama membuat orang lebih menyukai dan mempercayai satu sama lain dan bekerja sama dengan lebih baik.

Peneliti Dana Swarbrick telah meneliti pengalaman dan perilaku penonton di konser. Ia baru saja menyelesaikan tesis doktoral di RITMO Center for Interdisciplinary Research on Rhythm, Time and Motion, Universitas Oslo. 

"Penelitian saya menunjukkan bahwa menyaksikan konser musik langsung merupakan tempat untuk ikatan sosial," kata Dana dilansir dari laman Phys.org.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Music & Science, Dana dan seorang koleganya meneliti bagaimana pengalaman penonton saat menonton konser The Danish String Quartet. 

Dari peserta penelitian, 91 orang duduk di bangku penonton, dan 32 di antaranya mengikuti konser yang disiarkan secara langsung. Setelah setiap bagian musik, pengalaman para penonton diukur dengan menggunakan survei singkat. 

Mereka ditanya apakah mereka merasa terhubung dengan para musisi dan penonton, dan tentang intensitas emosi mereka, seperti rasa kagum dan terharu.

Ponsel pintar milik penonton digantungkan di dada mereka dan digunakan untuk mengukur perilaku mereka dengan merekam gerakan mereka. Apakah mereka merasa terharu atau kagum saat mendengar musik adalah murni tentang musik yang dimainkan, bukan tentang apa yang dilakukan orang-orang di sekitar mereka atau apakah mereka duduk di aula atau menonton siaran langsung konser.

Namun, dalam hal keterhubungan, konteks mendengarkan dan perilaku penonton lain menjadi penting:

"Kami melihat bahwa penonton di auditorium merasa lebih terhubung dengan penonton lain dibandingkan dengan penonton yang mengikuti siaran langsung konser. Namun, kedua kelompok tersebut merasa sama-sama terhubung dengan musisi yang tampil dalam konser tersebut," kata Dana.

Penulis : Doddy Rosadi

Editor : Doddy Rosadi


RELATED ARTICLES AND VIDEOS

Generic placeholder image

Deep Purple Batal Konser di Jakarta

GAYA HIDUP

Mar 06 2026, 13.57

Terkait proses pengembalian tiket, Deep Purple menginformasikan bahwa pengembalian dana akan diproses melalui platform tiket asli.


Generic placeholder image

Sukses Bawa Westlife ke Indonesia, Color Asia Live Akan Datangkan Boyband Besar Lain

GAYA HIDUP

Feb 18 2026, 12.08

Color Asia Live akan mengumumkan nama boyband tersebut pada Mei nanti.


Generic placeholder image

Promosikan Album Terbaru, Mitski Kembali Konser di Jakarta

GAYA HIDUP

Feb 15 2026, 15.34

Sepanjang kariernya, Mitski telah merilis tujuh album, empat di antaranya meraih sertifikasi emas.


Generic placeholder image

Gelar Konser ke-9, Westlife Sebut Indonesia Seperti Rumah Kedua

GAYA HIDUP

Feb 11 2026, 16.18

Westlife berjanji akan kembali ke Indonesia tahun depan dalam rangka merayakan perjalanan musik 25 tahun.


Generic placeholder image

BTS Gelar Konser yang Disiarkan Langsung di Netflix

GAYA HIDUP

Feb 05 2026, 14.40

Dengan album baru, konser berskala global, dan dokumenter yang menyertainya, BTS kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan budaya yang relevan lintas generasi.


Copyright Katadata 2022