Ingin Pesan Kroket Ini, Anda Harus Menunggu 43 Tahun
GAYA HIDUP
Jan 24 2024, 13.53
Jika Anda memesan sekotak kroket daging sapi Kobe beku dari Asahiya, sebuah toko daging yang dikelola keluarga di Kota Takasago, Prefektur Hyogo, Jepang bagian barat, maka Anda harus menunggu 43 tahun untuk menerima pesanan.
Kroket ekstrem yang diproduksi Asahiya menjadi sensasi di internet pada awal 2000-an. Ini menjadi penyebab para pembeli harus menunggu lama untuk bisa menyicipi kroket ekstrem.
Shigeru Nitta, generasi ketiga pemilik Asahiya menjelaskan, kroket ekstrem yang sangat disukai adalah satu dari empat jenis kroket daging sapi Kobe yang tersedia di Asahiya. Tidak sabar menunggu hampir empat dekade? Anda bisa memesan kroket daging sapi kobe premier yang memiliki daftar tunggu empat tahun dan tidak kalah enak dibandingkan kroket ekstrem.
“Kami mulai menjual produk kami melalui belanja online pada 1999. Saat itu, kami menawarkan Kroket Ekstrim sebagai uji coba,” ujar Nitta dikutip dari laman CNN.
“Kami menjual kroket ekstrem dengan harga ¥270 atau sekitar Rp30 ribu per potong. Daging sapi di dalamnya saja harganya sekitar ¥400 atau sekitar Rp41 ribu per potong," jelas Nitta.
Untuk membatasi kerugian finansial, Asahiya hanya memroduksi 200 kroket setiap minggunya.
Label harga yang murah dari kroket ekstrem tidak sebanding dengan kualitas bahan-bahannya. Kroket ini dibuat segar setiap hari tanpa bahan pengawet. Bahan-bahannya termasuk daging sapi Kobe betina berusia tiga tahun dengan tingkat kematangan A5 dan kentang yang diperoleh dari peternakan lokal.
Akhirnya, konsep uniknya menarik perhatian penduduk setempat dan media. Ketika sebuah laporan tentang kroket Asahiya muncul di awal tahun 2000-an, popularitasnya meroket.
"Kami berhenti menjualnya pada 2016 karena waktu tunggu menjadi lebih dari 14 tahun. Kami sempat berpikir untuk menghentikan pesanan, tetapi kami menerima banyak telepon yang meminta kami untuk tetap menawarkannya," kata Nitta.
Asahiya kembali menerima pesanan kroket pada 2017, namun dengan harga lebih mahal.
"Pada saat itu, kami menaikkan harga menjadi JPY500 - JPY540 (sekitar Rp52 ribu – Rp55 ribu). Namun, sejak ekspor daging sapi Kobe dimulai, harga daging sapi naik dua kali lipat, sehingga produksi kroket mengalami defisit," kata Nitta.
Produksi juga telah ditingkatkan dari 200 kroket per minggu menjadi 200 kroket per hari.
"Kenyataannya, kroket ekstrem menjadi jauh lebih populer daripada produk lainnya," Nitta menertawakan ide bisnisnya yang merugi.
Setiap kotak kroket ekstrim, yang berisi lima buah, dijual seharga JPY2.700 atau sekitar Rp280 ribu.
Toko ini mengirimkan buletin rutin kepada para pelanggan yang telah menunggu untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perkiraan pengiriman. Seminggu sebelum tanggal pengiriman, toko akan mengkonfirmasi pengiriman dengan pelanggan yang sabar sekali lagi. Saat ini ada 63.000 orang yang berada dalam antrean per Januari 2024.
Memiliki daftar pesanan selama lebih dari 40 tahun yang harus dipenuhi bisa membuat stres, terutama karena harga daging sapi Kobe dan tenaga kerja terus meningkat.
Namun, ada hal yang lebih penting yang mendorong Nitta untuk terus maju. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika mendapatkan pesanan dari seorang pasien kanker yang akan menjalani operasi sambil menunggu kroket ekstrem mereka.
"Saya mendengar bahwa kroket kami menjadi motivasi pasien untuk menjalani operasi. Hal itu sangat mengejutkan saya. Pasien tersebut selamat dan telah melakukan banyak pesanan sejak saat itu,” cerita Nitta.
Nitta menerima telepon dari pasien tersebut yang mengatakan kepadanya,
"Saya berharap bisa hidup lama tanpa kambuh lagi setelah mencicipi kroketnya. "Saya masih ingat itu. Saya terharu mendengar komentar itu," kata Nitta.
Dengan membuat lebih banyak orang menikmati daging sapi Kobe, ia berharap ketenaran kroket ini akan membantu mempromosikan industri lokal.
"Saya sangat berterima kasih. Dengan menjadi terkenal, saya pikir saya dapat membantu seluruh industri, tidak hanya toko saya, dengan membuat orang-orang yang belum tertarik dengan daging sapi Kobe menjadi tertarik. Saya ingin agar sebanyak mungkin orang dapat menikmati daging sapi Kobe, tidak hanya dari toko saya," kata Nitta.