Enam Cara Menjadi Tua yang Sehat ala Warga di Zona Biru
GAYA HIDUP
Feb 29 2024, 10.33
Wilayah di Italia, Jepang, dan Yunani adalah beberapa Zona Biru di dunia, di mana orang-orangnya sepuluh kali lebih mungkin untuk hidup sampai usia 100 tahun daripada rata-rata orang Amerika. Mereka bisa dijadikan contoh untuk bisa mencapai penuaan yang sehat.
Kebiasaan hidup warga di Zona Biru apa saja yang bis akita ambil dan terapkan? Dikutip dari laman New York Post, berikut enam cara meraih penuaan yang sehat ala warga di Zona Biru.
1. Datanglah ke happy hour
Meskipun alkohol memiliki reputasi buruk, segelas anggur disambut baik di Zona Biru. Para centenarian ini lebih tertarik dengan komunitas yang ditemani dengan minum-minum bersama orang lain.
"Dalam budaya umur panjang, konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sering kali terjadi dalam konteks sosial, yang menekankan peran komunitas dan perayaan," ujar Dr. Kien Vuu, pendiri VUU MD Performance and Longevity.
2. Lepaskan beban
Stres berdampak negatif pada Kesehatan, tidak hanya mempercepat penuaan, tetapi juga dapat menghambat sistem kekebalan tubuh dan berdampak pada usus. Meskipun stres tidak dapat dihindari, para ahli menyarankan untuk meluangkan waktu untuk bersantai dengan melakukan pernapasan dalam ketika Anda merasa tegang.
"Semakin sering Anda mempraktikkannya, semakin baik hasilnya," ujar spesialis pengobatan integratif Dr. Michelle Loy.
3. Makan makanan nabati
Para ahli telah lama merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi daging merah, yang telah dikaitkan dengan hasil kesehatan yang negatif seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan banyak lagi.
Namun, para peneliti Blue Zone telah menyimpulkan bahwa pola makan nabati yang mengandalkan protein nabati seperti kedelai, kacang-kacangan, lentil yang memainkan peran penting dalam umur panjang.
4. Aturan 80%
Anda pernah mendengar aturan 80/20: makan makanan bergizi hampir sepanjang waktu, sambil menyisakan 20% ekstra untuk memanjakan diri. Mereka yang berada di Zona Biru mematuhi pedoman yang berbeda: makan hanya sampai 80% kenyang.
Penduduk berusia seratus tahun di wilayah tersebut cenderung makan dalam porsi kecil di malam hari dan tidak mengonsumsi makanan lain setelahnya.
5. Bergerak lebih banyak
Tidak mengherankan jika gerakan dan olahraga berkontribusi pada kehidupan yang lebih sehat, tetapi orang Amerika, misalnya, cenderung duduk hampir sepertiga hari mereka. Karena gaya hidup yang tidak banyak bergerak telah dikaitkan dengan dampak negatif terhadap kesehatan, tidak mengherankan jika para centenarian adalah orang-orang yang aktif.
6. Temukan teman Anda
Setelah wabah kesepian pasca COVID-19, terbukti bahwa manusia membutuhkan koneksi dan interaksi.
"Cinta dan interaksi sosial yang positif telah terbukti melepaskan oksitosin, yang dikenal sebagai hormon cinta, yang berperan dalam menjalin ikatan dan mengurangi tingkat stress. Jadi, hubungan yang penuh kasih dan saling mendukung dapat meningkatkan kondisi emosional dan kesehatan fisik dalam jangka panjang,” kata Vuu kepada GQ. "