Grup Musik Metal Indonesia Ini akan Sepanggung dengan Dua Lipa dan Coldplay

blog_10

LAINNYA

Jun 22 2024, 09.19

Anda mungkin masih asing dengan nama Voice of Baceprot atau VOB. Mereka adalah grup metal hijaber asal Garut yang  akan tampil di Festival Glastonburry, salah satu festival musik terbesar di dunia.

VOB akan menjadi grup musik metal Indonesia pertama yang akan manggung di festival tersebut. Mereka akan berbagi panggung dengan musisi dunia seperti Dua Lipa, Coldplay dan SZA.

Vokalis dan gitaris VOB Firda Kurnia mendapat kabar untuk tampil di Festival Glastonburry melalui surat elektronik.

"Kita shock karena sebenarnya Glastonbury Festival sendiri enggak masuk dalam daftar kita ... terlalu enggak mungkin terjadi, karena ketinggian," ujar Firda kepada ABC Indonesia.

Akhir Juni nanti, Marsya, Widi Rahmawati sebagai basis, dan drummer Euis Siti Aisyah akan tampil di festival musik Glastonbury 2024 yang akan digelar di Somerset, Inggris.

Mereka tidak hanya tercatat sebagai musisi Indonesia pertama, tapi juga musisi hijab pertama yang akan tampil di festival tersebut.

Festival Glastonbury disebut-sebut sebagai festival musik dan seni di lapangan terbuka yang terbesar di dunia, dengan pengunjung yang diperkirakan akan mencapai 200 ribu orang di tahun ini.

"Kita mikirnya kalau untuk bisa ke situ [festival Glastonbury], mesti ada tahapan lain," jelas Marsya 

Selain manggung di festival bergengsi dunia tersebut, masing-masing anggota VOB mengatakan tidak sabar lagi untuk bertemu dan mengajak 'selfie' dengan musisi idola mereka.

VOB mengaku selalu bersemangat saat mendapat kesempatan manggung, terlebih jika di luar negeri dengan penonton yang masih belum memahami soal hijab dan Islam.

Terutama di negara-negara Barat, di mana Islam sering mendapat citra yang buruk akibat pemberitaan dan penggambaran di media.

"Misal di US, di Europe, yang dikenal justru orang-orang Islam yang kasar dan konservatif. Padahal itu bukan salah ajarannya, tapi kembali ke orangnya. Nah kita pengen membawa citra Islam yang baru, bahwa kita tidak seperti itu. Kita tidak anarkis, kita membawa pesan-pesan perdamaian lewat musik kita,” tutur Marsya.

Sejak kemunculannya pada 2017, Voice of Baceprot langsung menarik perhatian dunia yang bahkan mendapat julukan band metal yang dibutuhkan dunia saat ini, oleh majalah rock Metal Hammer.

Voice of Baceprot baru saja berpindah menjadi band 'indie', sehingga seolah-olah memulai segalanya dari awal. 

"Jadi kalau temen-temen kebingungan dapet info kita sekarang di mana, bisa kunjungin website kita, terus juga sosial media juga di Instagram dan Facebook, di Spotify juga udah ada," jelas Marsya.

Salah satu gebrakan yang pernah dilakukan Voice of Baceprot adalah membuat gerakan "Not Public Property", bersamaan saat mereka merilis lagu dengan judul yang sama.

Kampanye tersebut mengajak perempuan dari segala bidang, tidak hanya musik, untuk menyadari potensi yang mereka miliki dan berani menunjukkannya, sehingga tak hanya akan dinilai dari tubuh dan kecantikannya saja.

"Jadi setiap kali kita mengalami pengalaman yang tidak enak, ya sudah kita bikin lagu, kita keluarin jadi single," kata Marsya.

Penulis : Doddy Rosadi

Editor : Doddy Rosadi


RELATED ARTICLES AND VIDEOS

Copyright Katadata 2022