Tinggalkan Agen Properti, Pembeli Rumah di Amerika Mulai Beralih ke AI

blog_10

TEKNOLOGI DIGITAL

Dec 29 2025, 23.07

Pasar properti Amerika Serikat tengah mengalami pergeseran senyap. Di tengah tingginya harga rumah dan sorotan terhadap biaya transaksi, sebagian pembeli mulai mempertanyakan peran agen properti dan menemukan jawabannya lewat kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI).
 
Dilansir dari laman USA Today, teknologi yang sebelumnya hanya digunakan sebagai alat bantu pencarian kini mulai mengambil peran lebih jauh: membantu analisis harga, menyusun penawaran, hingga memfasilitasi proses kontrak. Bagi sebagian konsumen, AI membuka kemungkinan membeli rumah tanpa perwakilan agen pembeli sama sekali.
 
Perubahan ini mencuat seiring meningkatnya transparansi biaya jasa agen properti, khususnya setelah kesepakatan National Association of Realtors (NAR) di Amerika Serikat yang memperjelas struktur komisi agen pembeli. Aturan tersebut secara tidak langsung mendorong konsumen untuk menghitung ulang nilai jasa broker  dalam transaksi bernilai besar.
 
Dalam praktiknya, banyak pembeli rumah mengaku telah lama melakukan sebagian besar proses secara mandiri—mulai dari mencari listing, membandingkan harga, hingga mempelajari lingkungan sekitar. Peran agen kerap baru terasa di tahap akhir, ketika transaksi hendak ditutup.
 
Dengan bantuan AI, sebagian fungsi tersebut kini dapat dilakukan secara lebih cepat dan berbasis data. Analisis harga otomatis, rekomendasi properti sesuai preferensi personal, hingga simulasi biaya transaksi menjadi fitur yang semakin lazim digunakan.
 
Dampaknya bukan hanya soal efisiensi waktu, tetapi juga penghematan biaya. Tanpa agen pembeli, komisi yang biasanya mencapai beberapa persen dari harga rumah dapat dialihkan untuk menutup biaya penutupan atau disimpan sebagai cadangan finansial.
 
Melihat perubahan perilaku ini, sejumlah perusahaan teknologi properti mulai mengembangkan layanan berbasis AI yang memungkinkan pembeli mengelola proses transaksi sendiri. Salah satunya adalah Homa, startup yang menawarkan sistem pembelian rumah end-to-end tanpa agen pembeli, dengan dukungan analisis data dan otomatisasi dokumen.
 
Salah satu pemain yang memanfaatkan celah ini adalah Homa, startup teknologi properti yang didirikan oleh Arman Javaherian, mantan eksekutif di Zillow. Perusahaan tersebut mengembangkan sistem berbasis AI yang memungkinkan pembeli mengelola proses pembelian rumah secara mandiri, mulai dari pencarian properti hingga penyusunan penawaran dan kontrak. Pendekatan ini dirancang untuk memangkas peran perantara, sekaligus memberikan transparansi biaya yang lebih besar bagi pembeli.
 
Platform lainnya seperti Redfin dan Zillow mengembangkan fitur pencarian dan estimasi harga yang semakin presisi, sementara perusahaan iBuyer seperti Opendoor mengandalkan algoritma untuk menentukan harga dan kecepatan transaksi. Kehadiran teknologi ini membuat proses pembelian rumah semakin menyerupai transaksi digital lainnya cepat, terstandarisasi, dan minim interaksi manusia.
 
Meski demikian, transformasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri. Sejumlah broker menilai transaksi properti tidak sepenuhnya bisa disederhanakan menjadi persoalan angka dan algoritma.
 
Faktor non-teknis seperti cara penjual bernegosiasi, tekanan waktu, atau kondisi sekitar properti yang belum tercermin dalam listing masih menjadi area abu-abu bagi sistem berbasis AI. Dalam kondisi tertentu, kesalahan membaca konteks dapat berdampak signifikan pada hasil transaksi. Meski memanfaatkan teknologi, beberapa perusahaan masih mengandalkan manusia untuk urusan krusial, terutama saat tawar-menawar harga dan pengecekan kontrak hingga dokumen hukum.

Penulis : Marsha Ramandha Fatoni

Editor : Doddy Rosadi


RELATED ARTICLES AND VIDEOS

Event Akan Datang

View all events

 Apr 15 2026, 00.00

Related Events

 Mar 08 2022

 Jun 28 2022

 Aug 24 2022

Copyright Katadata 2022