Bukan Anak IT, Tapi Tetap Perlu Belajar Data Analytics
TEKNOLOGI DIGITAL
Feb 25 2026, 14.27
Selama ini banyak orang mengira bahwa data analytics hanya untuk anak IT, programmer, atau lulusan teknik informatika. Padahal kenyataannya, hampir semua profesi hari ini bersentuhan dengan data. Mulai dari marketing, HR, finance, operasional, hingga content creator sekalipun, semuanya menggunakan data untuk mengambil keputusan.
Di era digital, keputusan tidak lagi dibuat berdasarkan feeling semata, tetapi berdasarkan angka, tren, dan pola. Inilah mengapa kemampuan memahami dan mengolah data menjadi skill yang semakin penting, bahkan untuk mereka yang bukan berlatar belakang teknologi.
Dunia Kerja Sekarang Berbasis Data
Menurut laporan dari World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2023, kemampuan analytical thinking dan data analysis termasuk dalam jajaran skill dengan pertumbuhan tercepat secara global. Artinya, kebutuhan terhadap individu yang mampu memahami data akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, data dari LinkedIn menunjukkan bahwa keterampilan terkait data seperti data analysis dan business intelligence secara konsisten masuk dalam daftar skill yang paling dicari oleh recruiter. Ini membuktikan bahwa kemampuan data tidak terbatas pada industri teknologi saja, melainkan telah menjadi kebutuhan lintas sektor.
Hampir Semua Profesi Butuh Data
Dalam dunia marketing, misalnya, seorang marketer tidak lagi hanya membuat campaign kreatif. Ia harus mampu membaca performa iklan, menganalisis conversion rate, memahami perilaku pelanggan, serta menentukan strategi berdasarkan data yang tersedia. Tanpa kemampuan analisis, angka-angka tersebut hanya akan menjadi laporan biasa tanpa makna.
Di bidang human resources, data digunakan untuk menganalisis tingkat turnover karyawan, mengevaluasi performa, hingga menentukan strategi rekrutmen yang lebih efektif. Sementara itu, di bidang keuangan, data membantu dalam memantau arus kas, melakukan forecasting, serta mengontrol efisiensi biaya operasional perusahaan.
Dalam dunia sales, data penjualan menjadi dasar untuk melihat tren pasar, menentukan target, dan mengidentifikasi produk dengan performa terbaik. Bahkan di industri media dan konten, data seperti engagement rate, click-through rate, dan audience insight menjadi penentu strategi konten selanjutnya.
Tanpa kemampuan data analytics, seseorang hanya melihat angka. Namun dengan kemampuan tersebut, seseorang mampu membaca cerita di balik angka dan mengubahnya menjadi keputusan yang lebih strategis.
Data Membuka Peluang Karier Lebih Besar
Profesional yang memiliki kemampuan analisis data umumnya memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja. Banyak posisi saat ini yang mensyaratkan kemampuan mengolah dan membaca data, meskipun tidak berasal dari latar belakang IT. Permintaan terhadap peran seperti data analyst, business analyst, hingga data-driven marketer terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital di berbagai industri.
Menariknya, untuk memulai belajar data analytics tidak selalu harus menguasai coding tingkat lanjut. Banyak perusahaan membuka peluang bagi kandidat yang memiliki pemahaman dasar data dan mampu menggunakan tools seperti spreadsheet atau dashboard analytics.
Belajar Data Analytics Bukan Tentang Coding, Tapi Tentang Pola Pikir
Kesalahan persepsi yang sering muncul adalah anggapan bahwa belajar data analytics berarti harus menjadi programmer. Padahal esensi dari data analytics adalah kemampuan berpikir analitis, bagaimana seseorang mampu membaca pola, menginterpretasikan angka, serta menarik insight yang relevan untuk pengambilan keputusan.
Coding memang bisa menjadi nilai tambah, tetapi fondasi utamanya adalah data literacy dan analytical thinking. Kemampuan inilah yang membuat seseorang mampu beradaptasi di era digital.
“Data analytics bukan cuma soal skill kerja, tapi tentang membiasakan diri berpikir runtut, tidak mendasari kepercayaan dengan asumsi, dan berani mengambil keputusan berdasarkan fakta.” ungkap Yovita, selaku Manager Program DQLab.
Di Era AI, Skill Data Justru Semakin Penting
Perkembangan artificial intelligence dan otomatisasi membuat banyak pekerjaan administratif menjadi lebih efisien dan bahkan tergantikan. Namun, kemampuan manusia dalam memahami konteks, menganalisis data, dan mengambil keputusan strategis tetap tidak tergantikan.
AI menghasilkan data dalam jumlah besar. Tetapi manusia yang memahami data tersebutlah yang mampu mengubahnya menjadi strategi dan arah bisnis.
Belajar data analytics bukan lagi pilihan eksklusif untuk anak IT, melainkan kebutuhan dasar di dunia kerja modern. Hampir semua profesi kini menuntut kemampuan memahami data, karena keputusan berbasis data terbukti lebih akurat dan efektif.
Dengan memiliki kemampuan data analytics, seseorang tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat posisi dan peluang kariernya di masa depan. Di era yang semakin kompetitif ini, kemampuan membaca dan memanfaatkan data bukan lagi keunggulan tambahan melainkan keharusan. Mulai belajar data analytics sekarang melalui beasiswa DQLab, klaim beasiswamu disini: https://bit.ly/DQMEDIA
DQLab menghadirkan Mini Bootcamp: Introduction to Data Analytics, sebuah program intensif yang dirancang untuk pemula yang ingin mulai memahami dasar-dasar data science.