Jatuh dari Pesawat Ketinggian 5.000 Meter, Ponsel iPhone Masih Utuh

blog_10

TEKNOLOGI DIGITAL

Jan 09 2024, 11.40

Ponsel iPhone jatuh dari ketinggian 5.000 meter dari pesawat Alaska Airlines dalam sebuah insiden di udara dan masih tetap utuh. Tidak ada satu goresan pun pada layarnya  dan baterei ponsel itu masih terisi setengah.

Ponsel tersebut tersedot keluar dari Alaska Airlines Penerbangan 1282 pada Jumat (5/1/2024) ketika sebuah panel badan pesawat meledak dari Boeing 737 Max 9, meninggalkan sebuah lubang yang menganga. Pesawat penumpang tersebut melakukan pendaratan darurat tak lama setelah itu, dengan semua penumpang selamat.

Di tengah pencarian puing-puing pesawat, seorang pria bernama Sean Bates di negara bagian barat laut Washington menemukan sebuah iPhone di sisi jalan, yang tampaknya milik salah satu penumpang.

Dalam unggahan lanjutan di TikTok, Sean Bates mengatakan bahwa ia menemukan ponsel tersebut cukup bersih, tidak ada goresan dan ada di semak-semak.

Bates kemudian menghubungi Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, yang mengatakan kbahwa itu adalah ponsel dari salahs atu penumpang pesawat Alaska Airlines. 

Sebuah foto perangkat yang diposting di X menunjukkan layar yang masih utuh dan tanda terima bagasi senilai 70 dolar AS yang dikirim melalui surat elektronik. Baterai iPhone tersebug masih terisi hingga 44 persen dan ponsel pintar tersebut tetap dalam mode penerbangan.

Selain port, di mana terminal pengisi daya menonjol keluar setelah dicabut dari kabelnya, ponsel tampak tidak tersentuh.

Ketua Keselamatan Transportasi Nasional Jennifer Homendy membalas postingannya di X dengan mengucapkan terima kasih dan menawarkan untuk bertemu.

"Kami akan memeriksa (ponsel) dan kemudian mengembalikannya,” kata Homendy dilansir dari Channel News Asia.

Penulis : Doddy Rosadi

Editor : Doddy Rosadi


RELATED ARTICLES AND VIDEOS

Event Akan Datang

View all events

 Apr 05 2026, 00.00

 Apr 06 2026, 00.00

 Apr 09 2026, 00.00

Related Events

 Mar 08 2022

 Jun 28 2022

 Aug 24 2022

Copyright Katadata 2022