UMKM Eceng Gondok di Kabupaten Semarang Dilatih Lakukan Inovasi Produk Mengikuti Tren
EKONOMI & BISNIS
Jan 08 2026, 10.48
BRI Life berkolaborasi dengan BRI Research Institute melaksanakan Program Pemberdayaan UMKM Bersama BRILife Tahap II bagi pelaku usaha pengrajin eceng gondok di kawasan Waduk Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Program ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya dan dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan sarana produksi dan pemasaran, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan waduk dari pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali.
Kegiatan pemberdayaan ini menyasar pelaku UMKM pengrajin eceng gondok yang mayoritas dikelola oleh perempuan dan bermukim di sekitar Waduk Rawa Pening. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti rangkaian program yang dilaksanakan selama periode Oktober hingga Desember 2025, mencakup tahapan pelatihan, pembentukan dan penguatan rumah produksi, serta pendampingan usaha secara luring dan daring.
Seluruh kegiatan dilaksanakan di kawasan Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memanfaatkan fasilitas rumah produksi dan lokasi pelatihan yang telah disepakati bersama para pemangku kepentingan setempat.
“Melalui Program Pemberdayaan Bersama BRILife Tahap II, kami ingin mendorong UMKM eceng gondok agar memiliki kapasitas produksi yang lebih baik, inovasi produk yang mengikuti tren pasar, serta pengelolaan keuangan dan pemasaran yang lebih profesional. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pengelolaan lingkungan Waduk Rawa Pening secara berkelanjutan,” ujar Ade Nasution Kadiv Corporate Secretary PT Asuransi BRI Life dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026)
Rangkaian pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi utama. Pelatihan pertama pada 29 Oktober 2025 berfokus pada pemahaman tren pasar dan inovasi produk, termasuk praktik teknik decoupage untuk meningkatkan nilai estetika dan nilai jual produk eceng gondok.
Pelatihan kedua pada 20 November 2025 mengangkat materi pencatatan keuangan digital dan strategi pemasaran digital guna mendorong UMKM mengelola usaha secara lebih transparan dan memperluas jangkauan pasar. Sementara itu, pelatihan ketiga pada 19 Desember 2025 memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengembangan konten promosi, inovasi produk, dan efisiensi usaha.
Selain pelatihan, program ini juga mencakup Peresmian Rumah Produksi UMKM Eceng Gondok Waduk Rawa Pening yang menjadi sarana bersama bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi. Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri oleh Ibu Sri Retno Widayati selaku Kepala Bidang Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Semarang, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Kehadiran rumah produksi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, konsistensi kualitas produk, serta memperkuat kolaborasi antar pengrajin eceng gondok di kawasan Rawa Pening.
Koordinator pelaku UMKM eceng gondok Rawa Pening Firman Setyaji menyampaikan apresiasinya atas program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh BRILife dan BRI Research Institute. Ia berharap program ini dapat menjadi titik awal bagi UMKM untuk bergerak lebih maju, meningkatkan pendapatan, serta memperluas pasar produk kerajinan eceng gondok.
“Program ini memberi kami harapan baru untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan Waduk Rawa Pening,” ujarnya.
Melalui Program Pemberdayaan Bersama BRILife Tahap II, BRILife dan BRI Research Institute menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan UMKM lokal berbasis potensi lingkungan. Program ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan serta dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.