Program DEWY 3.0 Diluncurkan, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
EKONOMI & BISNIS
May 04 2026, 10.18
BRI Research Institute bekerja sama dengan Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris di Jakarta meluncurkanprogram Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 (Pemberdayaan Digital untuk Perempuan dan Generasi Muda (DEWY) 3.0) di Kecamatan Batur, Kelurahan Banjarnegara, Jawa Tengah.
Peluncuran program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui peningkatan kapasitas usaha serta pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Program ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif pemberdayaan digital yang sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia.
Pada fase sebelumnya yang dilaksanakan di Jawa Barat dan Lampung, program ini berhasil menjangkau 500 perempuan pelaku usaha mikro sebagai penerima manfaat, membentuk 100 mentor terlatih, serta mendirikan 7 Digital Corner yang mendukung peningkatan penjualan dan pemanfaatan berbagai alat digital untuk pengembangan usaha.
Atif Solihin Andrian, Manager Technical Asisstance BRI Research Institute mengatakan, program ini juga diperluas melalui kegiatan replikasi di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang mencakup Desa Lantan, Desa Loyok, Desa Sembalun, dan Desa Senaru. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan peran mentor lokal, serta pengembangan platform pembelajaran digital yang memungkinkan akses pembelajaran secara fleksibel.
“Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” kata Atif Solihin.
Sebagai kelanjutan dari program sebelumnya, DEWY 3.0 dilaksanakan di Jawa Tengah, khususnya wilayah Batur, Banjarnegara, dan Purbalingga, dengan melibatkan 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan melalui pengembangan mentor berbasis komunitas (Community-based practice). Sebanyak 30 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan sebagai agen perubahan di komunitasnya.
Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku usaha perempuan. Momentum Hari Kartini menjadi simbol penguatan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan transformasi digital di Indonesia.
Atif menambahkan, dalam pelaksanaannya, program DEWY 3.0 menghadirkan berbagai sesi pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan digitalisasi bisnis. Peserta mendapatkan pembekalan terkait pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, inovasi usaha, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional bisnis.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai solusi digital untuk pengelolaan usaha, seperti pencatatan keuangan digital, sistem Point of Sales (POS), serta pemanfaatan platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran.