Pajak Tumbuh, Sinyal Positif Perekonomian Indonesia
EKONOMI & BISNIS
Dec 20 2023, 10.55
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan, gerak ekonomi Indonesia terus terjaga. Ini berdasarkan penerimaan pajak yang tumbuh 7,3 persen pada tahun ini.
Kata Suahasil, pertumbuhan perpajakan ini menjadi pertanda baiknya kondisi ekonomi Indonesia. Sebab, pajak terkumpul jika ekonominya berputar dan terus berjalan.
“Jika sekarang kita melihat pertumbuhan pajak kita mencapai 7.3%, kita harus melihatnya secara utuh bahwa angka tersebut adalah top of dari 40% pertumbuhan pajak di 2022. Jadi, sudah tumbuh 40% di 2022 namun masih tumbuh lagi 7,3% di 2023,” kata Suahasil dalam unggahan di akun Facebooknya.
Suahasil menambahkan, terus tumbuhnya penerimaan pajak menjadi sinyal positif ekonomi Indonesia terus bergerak dengan baik. Ini menjadi modal Indonesia menghadapi 2024 yang masih dibayangi gejolak perekonomian global.
Dia juga menjelaskan bahwa pajak yang merefleksikan gerak ekonomi dapat dilihat dari beberapa pertumbuhan jenis pajak. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor terkontraksi.“Karena pertumbuhan impor kita memang turun,” ujar Wamenkeu.
Sementara itu, gerak besar yang terjadi di dalam negeri menghasilkan pertumbuhan PPh 21 sebesar 17 persen di atas tahun lalu yang sudah tumbuh 20 persen, PPh Badan yang tumbuh 16,6 persen di atas tahun lalu yang sudah tumbuh 92 persen, serta PPN Dalam Negeri yang juga tumbuh 18 persen di atas tahun lalu yang sudah tumbuh 24,9 persen.
“Ini gerak dalam negeri kita. Kondisi ekonomi kita itu berjalan sangat baik. Pertumbuhan ekonominya 5 persenan. Inflasinya juga di sekitar tidak sampai 3 persen. Ini membuat kita punya modal untuk melihat masa depan 2024 yang walaupun masih ada berbagai macam uncertainty di tingkat global. Kita harus jaga sehingga Indonesia tetap menjadi tempat yang atraktif untuk menyelenggarakan kegiatan dunia usaha dan kapital global itu kemudian bisa masuk,” kata Suahasil.