Ikut Jejak Suami, Beyoncé Jadi Musisi Miliarder Versi Forbes
GAYA HIDUP
Jan 03 2026, 09.52
Forbes menambah satu nama dalam daftar musisi miliarder dunia. Penyanyi dan produser asal Amerika Serikat, Beyoncé, resmi masuk kategori tersebut setelah rangkaian tur global dan portofolio bisnisnya mendorong nilai kekayaan pribadinya menembus 1 miliar dolar AS.
Kontribusi terbesar berasal dari aktivitas musik, khususnya tur konser berskala stadion. Tur Cowboy Carter menghasilkan ratusan juta dolar AS dari penjualan tiket dan merchandise, memperkuat posisi konser langsung sebagai sumber pendapatan utama musisi papan atas di tengah stagnasi penjualan rekaman.
Forbes menilai, keberhasilan Beyoncé mencerminkan perubahan struktur industri hiburan global. Musisi dengan basis penggemar besar dan kemampuan menjual habis stadion kini beroperasi layaknya perusahaan hiburan terintegrasi, dengan pendapatan lintas lini—mulai dari hak cipta, pertunjukan langsung, hingga lisensi komersial.
Sejak mendirikan Parkwood Entertainment pada 2010, Beyoncé mengonsolidasikan hampir seluruh aktivitas kreatif dan bisnisnya di bawah satu entitas. Model ini memberi kontrol langsung atas produksi, distribusi, dan monetisasi karya, sekaligus meningkatkan efisiensi pendapatan jangka panjang.
Album Cowboy Carter yang dirilis pada 2024 turut mendorong permintaan konser global dan memperkuat posisi Beyoncé di pasar musik internasional. Tur pendukung album tersebut tercatat sebagai salah satu tur dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2025, menurut data Forbes.
Di luar musik, Beyoncé juga membangun sejumlah lini usaha di sektor gaya hidup dan konsumsi, antara lain merek perawatan rambut Cécred, label wiski SirDavis, serta lini busana Ivy Park. Namun Forbes mencatat, sebagian besar kekayaan pribadinya tetap berasal dari musik, termasuk pendapatan dari katalog lagu dan tur globalnya.
Dengan pencapaian ini, Beyoncé menyusul sejumlah musisi lain yang lebih dulu masuk daftar miliarder Forbes, seperti Jay-Z, Rihanna, Taylor Swift, dan Bruce Springsteen. Secara global, jumlah musisi yang mampu mencapai status tersebut masih sangat terbatas dibandingkan total miliarder dunia.
Forbes mencatat, pada 2025 terdapat lebih dari 3.000 miliarder secara global. Masuknya Beyoncé ke dalam daftar tersebut menegaskan bahwa industri hiburan—khususnya musik live berskala besar kini menjadi salah satu sektor dengan potensi akumulasi nilai ekonomi tertinggi.