Usai Tampil di Superbowl, Bad Bunny Hapus Semua Unggahan di Instagram
GAYA HIDUP
Feb 11 2026, 09.27
Tak lama setelah menyelesaikan penampilan ikoniknya di Super Bowl Halftime Show, Bad Bunny justru membuat kejutan lain—bukan di atas panggung, melainkan di ruang digital. Musisi asal Puerto Riko itu mendadak menghapus seluruh unggahan di akun Instagram miliknya, menyisakan halaman kosong yang segera memicu spekulasi luas di kalangan penggemar dan pengamat budaya pop.
Bad Bunny tampil sebagai penampil utama halftime show Super Bowl LX pada 8 Februari 2026 di Levi’s Stadium, Santa Clara, California. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen budaya terbesar tahun ini, disaksikan oleh audiens global yang masif dan menempatkan Bad Bunny di pusat sorotan dunia.
Di atas panggung, ia menyoroti identitas Puerto Riko dan Amerika Latin melalui set yang sepenuhnya dibawakan dalam bahasa Spanyol. Bad Bunny juga menghadirkan sejumlah bintang tamu, mulai dari Ricky Martin, Lady Gaga, Cardi B, hingga aktor Pedro Pascal. Di akhir penampilannya, ia mengucapkan kalimat “God Bless America” di tengah pesan layar bertuliskan, “The only thing more powerful than hate is love.”
Pesan tersebut memicu beragam respons. Di satu sisi, banyak pihak memuji keberaniannya membawa narasi budaya dan inklusivitas ke panggung hiburan terbesar Amerika Serikat. Di sisi lain, kritik datang dari kalangan konservatif. Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, misalnya, menyebut penampilan tersebut sebagai salah satu halftime show terburuk dan menilai bahwa pertunjukan itu tidak mencerminkan “Greatness of America.”
Meski menuai kontroversi, skala penampilan Bad Bunny sulit diabaikan. Halftime show tersebut diproyeksikan menjadi salah satu tayangan paling banyak ditonton dalam sejarah media modern, dengan jumlah penonton mencapai sekitar 128 juta orang secara global. Angka ini menegaskan bahwa terlepas dari perbedaan respons, penampilan Bad Bunny berhasil mendominasi perhatian publik dunia.
Tak lama setelah sorotan itu mereda, Bad Bunny justru memilih untuk menghilang dari Instagram. Akun @badbunnypr yang sebelumnya dipenuhi dokumentasi perjalanan kariernya mendadak bersih. Tidak ada unggahan, foto profil, maupun akun yang diikuti. Yang tersisa hanya nama “Benito Antonio” serta satu tautan menuju situs album Debí Tirar Más Fotos.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Namun, di tengah tekanan sorotan global dan perdebatan yang muncul pasca-Super Bowl, langkah ini kerap dibaca sebagai upaya mengambil jarak sekaligus mengendalikan narasi personalnya.
Bad Bunny bukan figur asing dalam menantang pola industri hiburan. Kariernya bermula dari unggahan demo sederhana di SoundCloud, sebelum berkembang menjadi fenomena global dan menjadikannya salah satu artis dengan jumlah streaming tertinggi di dunia. Menghapus arsip digital di tengah puncak popularitas dapat dipahami sebagai bentuk penolakan terhadap tuntutan untuk selalu hadir dan merespons.
Judul album Debí Tirar Más Fotos yang kini menjadi satu-satunya penanda di akun Instagram-nya juga memberi lapisan makna tersendiri. Album tersebut merefleksikan ingatan, kehadiran, dan momen yang berlalu selaras dengan keputusan untuk tidak menyimpan semua hal di ruang digital.
Alih-alih menanggapi kontroversi dengan pernyataan panjang, Bad Bunny memilih keheningan. Di era media sosial, langkah tersebut justru menjadi pesan tersendiri. Dengan menghapus seluruh unggahan Instagram-nya, Bad Bunny kembali menegaskan bahwa kendali atas ceritanya tetap berada di tangannya, bahkan saat dunia sedang memperhatikannya.