Transformasi Perpajakan: Core Tax System Tingkatkan Efisiensi dan Keadilan Bisnis
EKONOMI & BISNIS
Jul 19 2024, 17.37
Seminar bertajuk "Shaping the Future of Indonesian Taxation: Exploring Forward-Thinking Strategies for 2024-2029" menghadirkan berbagai wawasan penting terkait dengan sistem perpajakan Indonesia ke depan.
Dewan Pembina BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ajib Hamdani menekankan perlunya pengembangan sistem yang lebih dapat memberikan panduan (guidance) dan pengawasan (oversight) yang efektif terhadap pajak, yang dikenal dengan nama Core Tax System (Coretax).
Menurut Ajib, perlunya pengembangan sistem ini sebagai langkah yang krusial mengingat keterbatasan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bidang pajak yang tidak sebanding dengan jumlah WP.
“Keberadaan Coretax diharapkan dapat menciptakan lapangan bermain yang adil bagi pengusaha di Indonesia, baik yang beroperasi secara offline maupun online. Hal ini penting mengingat tantangan yang dihadapi oleh pengusaha offline yang sering kali merasa disaingi oleh pengusaha online yang kurang dikejar oleh kewajiban pajak,” kata Ajib, Minggu (14/7/2024).
Kemudian, Akademisi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Haula Rosdiana, juga mengkritisi manajemen proyek yang dianggap kurang efektif dan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem administrasi perpajakan.
Menurutnya, integrasi data dan sistem yang lebih baik adalah kunci utama untuk mencapai peningkatan rasio pajak yang diinginkan. Dengan sistem yang terintegrasi dengan baik, proses perpajakan dapat menjadi lebih transparan, akurat, dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan.
"Diperlukan tindakan nyata dan komitmen yang lebih kuat dari pemerintah untuk memastikan bahwa PSIAP dapat segera diimplementasikan tanpa adanya penundaan lebih lanjut," ujarnya.
Hadir juga pada acara Yeheskiel Minggus Tiranda selaku Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil DJP Jakarta Selatan II. Yeheskiel mengakui tantangan dalam implementasi Core Tax Administration System (CTAS), termasuk penyesuaian regulasi yang kompleks dan mitigasi risiko yang diperlukan.
Kendati demikian, ia mengakui saat ini pihaknya juga sedang membangun pondasi yang kuat untuk kebijakan perpajakan yang lebih baik di masa depan. Dia juga menegaskan bahwa proses pengembangan CTAS tidak hanya tentang menciptakan aplikasi teknologi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan administratif yang luas.
"Kami sedang melakukan testing untuk memastikan CTAS dapat memenuhi harapan semua pihak terlibat setelah implementasinya," ujar dia.
Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan pembuka dari Pastel Badge, band indie yang sedang naik daun, serta kolaborasi eksklusif dengan musisi berbakat Suar Nasution.
Melalui acara seperti ini, MudaBerdaya berharap dapat terus menjadi jembatan bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kritis, percaya diri, dan berdaya.