Empat Dampak Negatif Minum Jus Buah yang Sering Dianggap Sehat
GAYA HIDUP
Apr 25 2024, 14.11
Jus buah sering kali dianggap sebagai minuman menyehatkan yang mampu menyegarkan badan, mempercantik kulit dan wajah, serta mengurangi gejala tak sehat yang dirasakan oleh tubuh.
Namun, pernahkah Anda mendengar bahwa minum jus tidak selalu menyehatkan?
Ahli Gizi Klinis Rumah Sakit Artemis Gurugram, India, Dr Sangeeta Tiwari mengatakan, bahwa meminum jus buah dengan memakan buah segar adalah dua hal yang berbeda.
"Minum jus buah segar dan makan buah utuh berbeda dalam beberapa hal," kata Dr Sangeeta Tiwari, dikutip dari India Today.
Buah utuh memiliki serat, sementara sebagian besar jus buah disaring, dan hal tersebut menghilangkan banyak serat. Tanpa serat, jus buah dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang lebih cepat.
Kalori dalam jus buah lebih padat daripada buah utuh, karena sering kali dibutuhkan beberapa buah untuk menghasilkan segelas jus. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi lebih banyak kalori dan gula.
Selain itu, jus buah mungkin memiliki kandungan gula yang lebih tinggi daripada buah utuh, terutama jika mengandung gula tambahan atau terbuat dari konsentrat.
Buah utuh mempertahankan vitamin, mineral, dan antioksidan alami, sedangkan proses pembuatan jus dapat menyebabkan hilangnya beberapa nutrisi, terutama vitamin yang larut dalam air seperti Vitamin C.
Makan buah utuh lebih mengenyangkan dan memuaskan daripada minum jus buah, karena kandungan serat dan proses mengunyahnya.
"Ada beberapa pandangan yang berbeda tentang jus buah, beberapa mendukung asupan sementara beberapa lainnya berbeda, tetapi apa yang sebenarnya penting adalah cara membuat jus dan jumlah yang diminum," tambah Chaitali Rane, ahli gizi klinis, Rumah Sakit PD Hinduja, Mumbai, India.
Lebih lanjut, Karthigai Selvi A, kepala, nutrisi klinis dan dietetika, Rumah Sakit Gleneagles BGS, Bengaluru, India menjelaskan bahwa serat yang ada di dalam buah utuh dapat membantu seseorang merasa kenyang, dan mengurangi sembelit dengan mendorong pergerakan usus secara teratur.
Selain itu, ketika seseorang memakan buah utuh, tubuh membutuhkan waktu untuk menyerap gula yang ada di dalam buah. Tetapi ketika seseorang minum jus buah, terjadi lonjakan gula darah. Akibatnya, tubuh langsung melepaskan insulin dan sejumlah besar gula dalam darah, dan akan diubah menjadi lemak serta glikogen. Hal ini tentu membuat tubuh merasa lapar, dan akhirnya seseorang akan makan lebih banyak.
Selvi A menyebutkan, bahwa jika seseorang menambahkan gula ke dalam jus, maka jus tersebut akan menjadi tidak sehat.
Lalu, bagaimana dengan efek samping dari minum jus buah?
Para ahli percaya bahwa mengonsumsi jus buah segar dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, atau jika jus tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi. Dan berikut ini efek yang ditimbulkan dari meminum jus buah.
1. Peningkatan Kadar Gula Jus buah, terutama yang mengandung gula tambahan atau kandungan gula alami yang tinggi, dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dengan cepat. Hal ini dapat menjadi masalah bagi penderita diabetes atau resistensi insulin, yang berpotensi menyebabkan kontrol gula darah yang tidak stabil dari waktu ke waktu.
2. Penambahan Berat Badan Jus buah dapat mengandung banyak kalori. Minum jus buah dalam jumlah yang berlebihan tanpa mempertimbangkan kandungan kalorinya dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau kesulitan mengelola berat badan, terutama jika hal itu menyebabkan peningkatan asupan kalori secara keseluruhan.
3. Masalah Gigi Sering mengonsumsi jus buah manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, kerusakan gigi, dan erosi email. Gula dan asam alami dalam jus buah dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri berbahaya di dalam mulut, yang lama kelamaan dapat menyebabkan masalah kesehatan mulut.
4. Ketidakseimbangan Nutrisi Mengandalkan jus buah sebagai sumber nutrisi dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan nutrisi, terutama jika jus buah menggantikan makanan kaya nutrisi lainnya dari diet. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti protein, serat, vitamin, dan mineral.
Untuk meminimalkan efek samping ini, penting untuk mengonsumsi jus buah dalam jumlah yang tidak berlebihan, memilih varietas tanpa tambahan gula, dan memprioritaskan buah utuh sebagai sumber utama asupan buah.
Penting untuk dicatat, bahwa konsumsi jus buah setiap hari dapat memberikan efek positif dan negatif. Hal ini tergantung pada beberapa faktor seperti jenis jus, ukuran porsi, pola makan secara keseluruhan, dan status kesehatan.
Wanita mengalami kehilangan harapan hidup lebih besar daripada pria, dan efeknya lebih signifikan pada mereka yang mengalami gangguan fungsi jantung setelah serangan jantung.