Perusahaan India Dirikan Studio Produksi Film Berbasis AI

blog_10

GAYA HIDUP

Feb 18 2026, 13.56

Abundantia Entertainment India dan perusahaan teknologi video AI, InVideo telah mengumumkan kemitraan strategis untuk meluncurkan studio produksi film berbasis AI. Pendirian studio ini didukung oleh investasi 11 juta dolar AS atau lebih dari Rp184 miliar. Keputusan ini merupakan komitmen terbesar untuk produksi film berbasis AI di India.

Kesepakatan ini diumumkan di India AI Film Festival, yang diselenggarakan di Qutb Minar, New Delhi, di sela-sela India AI Impact Summit 2026. Festival ini diselenggarakan oleh InVideo dan disponsori oleh Nvidia.

Dalam kemitraan ini, kedua perusahaan akan mengembangkan dan memproduksi lima film berbasis AI selama tiga tahun ke depan, menggunakan dana bersama untuk membiayai pengembangan dan produksi. 

Kolaborasi ini akan dijalankan melalui divisi AI-focused Abundantia, aiON, yang akan memanfaatkan teknologi video generatif InVideo untuk merancang ulang cara film dikonsepkan, dikembangkan, dan diproduksi.

“AI dalam pembuatan film kini menjadi kenyataan. Setiap lompatan besar dalam sinema – dari suara ke warna hingga digital – telah memperluas kemungkinan bercerita. AI mewakili titik balik berikutnya,” kata Vikram Malhotra, pendiri dan CEO Abundantia Entertainment dilansir dari laman Variety.

Kata Vikram, Abundantia sedang membangun masa depan di mana AI memperkuat dan memperluas suara dari sutradara dan bukan menggantikannya. 

“Kerja sama kami dengan InVideo memungkinkan kami merancang studio kreatif yang berorientasi masa depan, menggabungkan imajinasi manusia, keaslian, dan kecerdasan untuk menciptakan cerita yang secara emosional menyentuh dan secara teknologi inovatif,” tambah Vikram.

InVideo, yang didukung oleh Tiger Global dan Peak XV (sebelumnya Sequoia Capital India), mengklaim memiliki basis pengguna lebih dari 50 juta di lebih dari 190 negara dan telah mengumpulkan lebih dari $50 juta dana ventura. 

Perusahaan ini sudah mengumumkan kolaborasi dengan Google Cloud untuk mengembangkan alat pembuatan film berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk alur kerja produksi tingkat perusahaan yang ditujukan untuk studio, stasiun televisi, agen periklanan, dan rumah produksi besar.

Di sisi Abundantia, kemitraan ini dibangun di atas divisi aiON studio, yang saat ini sedang mengembangkan dua film berbasis AI: “Chiranjeevi Hanuman,” yang diproduksi bekerja sama dengan Collective Artists Network dan direncanakan rilis pada 2026, serta “Jai Santoshi Mata: Sukh Sampatti Daata.”

Penulis : Doddy Rosadi

Editor : Doddy Rosadi


RELATED ARTICLES AND VIDEOS

Generic placeholder image

Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Real Betis Pakai Kaos yang Terbuat dari Jeruk

GAYA HIDUP

Feb 19 2026, 13.34

Inovasi ini bertujuan untuk melibatkan dunia dalam perjuangan melawan perubahan iklim melalui sepak bola.


Generic placeholder image

Polemik Pajak Agen Asuransi Bisa Menurunkan Penetrasi Asuransi Nasional

EKONOMI & BISNIS

Feb 19 2026, 13.15

Agen asuransi adalah pekerja lepas yang terikat di satu perusahaan, di mana PPh dan PPN sebenarnya sudah dipungut oleh perusahaan asuransi.


Generic placeholder image

Efek Superbowl, Lagu Bad Bunny “DtMF” Jadi No 1 di Billboard Hot 100

GAYA HIDUP

Feb 18 2026, 13.28

“DtMF’ menjadi lagu kedua Bad Bunny yang bisa menempati posisi nomor 1 setelah “I Like It” bersama Cardi B dan J Balvin pada Juli 2018.


Generic placeholder image

Sukses Bawa Westlife ke Indonesia, Color Asia Live Akan Datangkan Boyband Besar Lain

GAYA HIDUP

Feb 18 2026, 12.08

Color Asia Live akan mengumumkan nama boyband tersebut pada Mei nanti.


Generic placeholder image

Tradisi Ramadan Break di Liga Inggris Masih Berlanjut

LAINNYA

Feb 18 2026, 10.19

Pada 2021, kesepakatan Ramadan Break pertama kali dibuat untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa selama pertandingan Liga Premier.


Copyright Katadata 2022