Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Real Betis Pakai Kaos yang Terbuat dari Jeruk

blog_10

GAYA HIDUP

Feb 19 2026, 13.34

Klub sepak bola Liga Spanyol Real Betis membuat terobosan dalam hal keberlanjutan lingkungan dengan memperkenalkan kaos atau jersey yang terbuat dari jeruk. Inovasi ini bertujuan untuk melibatkan dunia dalam perjuangan melawan perubahan iklim melalui sepak bola.

Kaos yang terbuat dari jeruk ini menekankan pentingnya ruang hijau perkotaan. Ini adalah jersey baru dari Hummel yang akan dikenakan klub dari kota Seville ini pada matchday 25 LALIGA melawan Rayo Vallecano untuk menyoroti nilai warisan alam metropolitan sebagai jaminan suhu lebih rendah, tempat berlindung dari iklim, dan kualitas hidup di kota.

Selain itu, nomor pada kaos menampilkan desain berlubang yang terinspirasi oleh tekstur kulit jeruk, dilengkapi dengan teknologi scratch-and-sniff, tinta ramah lingkungan 100% bebas bahan kimia yang, ketika digaruk, melepaskan aroma bunga jeruk, simbol kota Seville.

Inovasi ini dimungkinkan berkat produsen spesialis STAHLS TPT, yang bergabung dengan komitmen Forever Green dengan juga membuat nama dan sponsor yang akan muncul di kaos pemain.

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang peran pohon, khususnya pohon jeruk, sebagai warisan lanskap perkotaan Seville, karena mereka memberikan naungan bagi jalan dan alun-alun, membantu mengurangi efek pulau panas, dan mewakili identitas budaya. Pohon jeruk juga berperan penting sebagai sistem drainase alami yang mengelola limpasan air hujan secara efisien.

Kaos edisi terbatas bergaya retro ini menampilkan palet warna yang menggabungkan hijau korporat Real Betis dengan nuansa gelap yang terinspirasi oleh daun pohon jeruk dan albero, warna yang identik dengan estetika Seville dan menjadi ciri visual warisan sejarah kota. Fitur ini dilengkapi di bagian belakang, di mana desain nomor menampilkan tekstur organik yang menyerupai kulit jeruk, sehingga melengkapi penghormatan konseptual terhadap buah paling ikonis Seville.

Secara teknis, kaos ini terbuat dari campuran bahan ramah lingkungan: 16,2% serat organik yang diperoleh dari kulit jeruk, 37,8% Lyocell (serat alami yang diregenerasi dari selulosa kayu), dan 46% poliester daur ulang. Kombinasi ini menghilangkan penggunaan plastik baru, mengubah limbah menjadi pakaian teknologi tinggi dengan kain yang lembut, bernapas, dan sangat tahan lama.

Penulis : Doddy Rosadi

Editor : Doddy Rosadi


RELATED ARTICLES AND VIDEOS

Generic placeholder image

Polemik Pajak Agen Asuransi Bisa Menurunkan Penetrasi Asuransi Nasional

EKONOMI & BISNIS

Feb 19 2026, 13.15

Agen asuransi adalah pekerja lepas yang terikat di satu perusahaan, di mana PPh dan PPN sebenarnya sudah dipungut oleh perusahaan asuransi.


Generic placeholder image

Perusahaan India Dirikan Studio Produksi Film Berbasis AI

GAYA HIDUP

Feb 18 2026, 13.56

Studio ini akan memanfaatkan teknologi video generatif InVideo untuk merancang ulang cara film dikonsepkan, dikembangkan, dan diproduksi.


Generic placeholder image

Efek Superbowl, Lagu Bad Bunny “DtMF” Jadi No 1 di Billboard Hot 100

GAYA HIDUP

Feb 18 2026, 13.28

“DtMF’ menjadi lagu kedua Bad Bunny yang bisa menempati posisi nomor 1 setelah “I Like It” bersama Cardi B dan J Balvin pada Juli 2018.


Generic placeholder image

Sukses Bawa Westlife ke Indonesia, Color Asia Live Akan Datangkan Boyband Besar Lain

GAYA HIDUP

Feb 18 2026, 12.08

Color Asia Live akan mengumumkan nama boyband tersebut pada Mei nanti.


Generic placeholder image

Tradisi Ramadan Break di Liga Inggris Masih Berlanjut

LAINNYA

Feb 18 2026, 10.19

Pada 2021, kesepakatan Ramadan Break pertama kali dibuat untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa selama pertandingan Liga Premier.


Copyright Katadata 2022