Sutradara: Membuat Film Biopik Michael Jackson Ibarat Melakukan Perjalanan Spiritual
GAYA HIDUP
Feb 26 2026, 10.24
Film Michael, biopik tentang Michael Jackson, akhirnya dijadwalkan tayang di bioskop dan IMAX pada 24 April setelah beberapa kali mengalami penundaan. Disutradarai oleh Antoine Fuqua dan didistribusikan oleh Lionsgate di Amerika Serikat serta Universal Pictures untuk perilisan global, film ini langsung mencuri perhatian bukan hanya karena sosok legendaris yang diangkat, tetapi juga karena pemeran utamanya adalah Jaafar Jackson, keponakan Michael sendiri. Ini menjadi debut layar lebar Jaafar, sekaligus momen besar yang mempertemukan warisan keluarga dengan layar sinema modern.
Bagi Fuqua, menggarap film ini bukan sekadar proyek biografi musik biasa. Ia menyebut prosesnya sebagai perjalanan yang sangat spiritual. Dalam pernyataannya, Fuqua mengaku tumbuh besar dengan pengaruh Michael bukan hanya sebagai musisi, tetapi sebagai simbol keberanian untuk keluar dari kotak dan menolak dibatasi stereotip.
Sosok Michael, menurutnya, selalu terasa lebih besar dari kehidupan itu sendiri. Tantangan terbesarnya bukan sekadar menampilkan ikon pop, tetapi menghadirkan sisi manusia di balik sorotan panggung: pergulatan antara cinta pada keluarga dan dorongan obsesif terhadap musik.
Menariknya, meski awalnya dirancang mencakup seluruh perjalanan hidup sang bintang, konsep film ini mengalami perubahan. Berdasarkan laporan The Hollywood Reporter, cerita akan berakhir pada fase penting ketika Michael meninggalkan grup keluarganya, The Jacksons, setelah merilis album solo Off the Wall pada 1979. Album tersebut menjadi titik balik transformasi besar dalam kariernya dari bintang keluarga menjadi ikon pop global dengan identitas artistik yang sepenuhnya miliknya. Kabarnya, proyek film kedua tengah dikembangkan untuk melanjutkan kisahnya hingga tahun-tahun terakhir sebelum wafat pada 2009.
Di balik layar, produksi film ini juga sempat menghadapi tantangan. Media Puck melaporkan bahwa salah satu bagian film harus dirombak ulang karena menyertakan dramatisasi tuduhan pelecehan seksual terhadap Jackson. Individu yang pernah memiliki perjanjian penyelesaian dengan pihak estate disebut tidak mengizinkan kisahnya divisualisasikan. Perubahan ini memperlihatkan betapa kompleksnya mengangkat figur sebesar Michael ke layar lebar di antara warisan musik yang monumental dan kontroversi yang membayangi namanya.
Colman Domingo dan Nia Long memerankan Joe serta Katherine Jackson, dua figur sentral yang membentuk fondasi perjalanan karier Michael sejak kecil. Kehadiran Miles Teller, Laura Harrier, Kat Graham, Larenz Tate, dan Derek Luke memperkuat narasi yang ingin menggali dinamika keluarga sekaligus tekanan industri hiburan. Lewat sentuhan khas Fuqua yang emosional dan intens, film ini diproyeksikan bukan hanya sebagai sajian nostalgia, tetapi juga jembatan bagi berbagai generasi untuk memahami fase awal yang mengubah Michael dari bintang keluarga menjadi ikon pop dunia.
Lewat film ini, Fuqua menegaskan bahwa alasannya sederhana Michael adalah bagian besar dari hidupnya. Seorang seniman luar biasa, tetapi juga manusia dengan konflik dan mimpi. Dan justru di ruang itulah kisah ini ingin berdiri di antara sorotan panggung dan sisi personal yang jarang terlihat.
Tahun lalu, Bodo/Glimt yang 70 persen skuatnya merupakan warga negara Norwegia melaju ke semifinal Liga Eropa setelah mengandaskan Lazio lewat adu penalti.