Piala Raja Mangkunegaran, Rangkaian Pertama IHR 2026 Digelar di Semarang
SPORT
May 07 2026, 13.12
Rangkaian Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 memasuki penyelenggaaan kejuaraan ke-3 pada Minggu, 10 Mei 2026, bertempat di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Bertajuk IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2, kejuaraan ini menjadi ajang perebutan perdana Piala Raja Mangkunegaran dan laga krusial dalam perburuan gelar Triple Crown Indonesia.
Selain pertama kali diperebutkan, Piala Raja Mangkunegaran juga menjadi seri pertama dari King’s Cup Series atau Seri Piala Raja dalam rangkaian IHR 2026 yang akan terdiri dari tiga Piala Raja. Sementara itu, Triple Crown Serie 2 menjadi laga krusial, karena merupakan leg ke-2 yang akan menentukan berlanjut atau tidaknya perburuan gelar Triple Crown tahun ini.
Kelas Terbuka Handicap 2.000 Meter Piala Raja Mangkunegaran dan Kelas 3 tahun Derby 1.600 Meter Triple Crown Serie 2 menjadi dua kelas utama dari 18 kelas yang dipertandingkan pada IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026. Total 147 kuda dari 12 daerah di Indonesia akan bertarung dalam IHR Piala Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, memperebutkan total hadiah R 600 juta.
Managing Director SARGA GROUP Nugdha Achadie mengatakan, sebagai promotor olahraga pacuan kuda pertama dan satu-satunya di Indonesia, dengan bangga SARGA mempersembahkan perebutan perdana Piala Raja Mangkunegaran.
“Piala ini merupakan seri pertama dari King’s Cup Series atau Seri Piala Raja dalam rangkaian IHR 2026, yang bertujuan untuk meningkatkan prestige pacuan kuda di Indonesia sebagai sebuah warisan tradisi dan budaya yang patut dilestarikan dan dikembangkan menjadi bagian dari kebanggaan nasional,” kata Nugdha.
Piala Raja Mangkunegaran merupakan kolaborasi antara SARGA.CO, PP PORDASI, dan Mangkunegaran yang memiliki tradisi kuat dalam budaya berkuda. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro X, menjelaskan bahwa tradisi berkuda dan pacuan kuda di Mangkunegaran memiliki sejarah panjang yang berakar sejak awal abad ke-19, yang terus dijaga sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pelestarian hubungan antara keraton dan masyarakat, yang menjadi tujuan utama keberadaan Mangkunegaran.
Komitmen terhadap pelestarian budaya berkuda ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Piala Raja Mangkunegaran yang mulai digelar tahun ini, dalam rangka peringatan Adeging Mangkunegaran ke-269 pada tahun 2026.
“Melalui Piala Raja Mangkunegaran, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pacuan kuda di Indonesia sebagai salah satu kekayaan tradisi dan budaya bangsa yang istimewa yang patut dilestarikan,” tambah Kanjeng Gusti, sapaan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X.
Kehadiran Shin Tae-yong, yang merupakan sosok pelatih kelas dunia, adalah representasi dari semangat ‘Race to the World Stage’ yang menjadi tema IHR 2026.