Penelitian Ungkap Konsumsi Ikan Cegah 750 Ribu Kematian pada 2050
GAYA HIDUP
Apr 16 2024, 12.03
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal BMJ Global Health mengungkapkan bahwa mengganti konsumsi daging merah dengan ikan umpan seperti sarden, herring, hingga teri dapat mencegah 750 ribu kematian setiap tahunnya pada 2050.
Dilansir dari Medical Daily, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dan daging olahan meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker usus, dan penyakit arteri koroner. Penyakit-penyakit ini menyumbang sekitar 70% kematian global pada tahun 2019.
“Ikan hijauan laut, yang didahului oleh ikan berukuran besar, kaya akan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang omega-3 (DHA dan EPA), yang asupannya dapat mencegah penyakit jantung koroner, serta kaya akan kalsium dan vitamin B12. . Mereka juga memiliki jejak karbon paling rendah dibandingkan sumber makanan hewani lainnya," demikian rilis berita tersebut, dikutip pada Selasa (16/4/2024).
Namun, saat ini, tiga perempat dari hasil tangkapan ikan hijauan digiling menjadi tepung ikan dan minyak ikan, produk yang sebagian besar digunakan untuk budidaya ikan, ditujukan untuk konsumen berpenghasilan tinggi.
Perubahan pola makan yang direkomendasikan ini bisa sangat bermanfaat bagi negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, dimana jenis ikan ini harganya terjangkau dan berlimpah, dan dimana beban penyakit seperti penyakit jantung sangat besar, kata para peneliti.
Untuk analisisnya, para peneliti menyusun empat skenario berbeda berdasarkan proyeksi konsumsi daging merah pada tahun 2050 di 137 negara dan data historis penangkapan ikan hijauan dari habitat laut.
Skenario pertama difokuskan pada pengutamaan pasokan dalam negeri, pemanfaatan pakan ikan untuk konsumsi nasional atau sebagai pengganti daging merah. Dalam skenario kedua, penekanannya adalah pada pengurangan asupan daging, khususnya di negara-negara dimana konsumsi domba dan sapi melebihi tingkat yang direkomendasikan yaitu 15 kkal.
Skenario ketiga menargetkan memastikan asupan ikan yang cukup, dengan prioritas pada negara-negara yang konsumsi ikannya berada di bawah tingkat yang direkomendasikan yaitu 40 kkal. Terakhir, skenario keempat melibatkan penggantian daging merah dengan persentase yang sama di semua negara berdasarkan ketersediaan pakan ikan.
Skenario satu menunjukkan jumlah kematian yang dapat dicegah paling rendah. Analisis menunjukkan bahwa mengalokasikan seluruh pakan ikan ke wilayah dengan asupan ikan terendah, khususnya di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah sesuai skenario 3, akan mengurangi beban penyakit global dengan lebih efektif.
Ketika pakan ikan diadopsi secara luas untuk konsumsi langsung manusia, hal ini memberikan manfaat kesehatan masyarakat yang besar, khususnya dalam hal mengurangi terjadinya penyakit jantung koroner.
“Secara global, pendekatan ini dapat mencegah setengah juta hingga 750.000 kematian akibat penyakit terkait pola makan pada tahun 2050—dan kematian akibat penyakit jantung koroner pada khususnya—dan dapat mencegah 8–15 juta tahun hidup dengan disabilitas, yang sebagian besar adalah terkonsentrasi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah," bunyi rilis berita tersebut.
Meskipun pasokan ikan hijauan yang terbatas tidak akan cukup untuk menggantikan semua daging merah, penelitian ini merekomendasikan peningkatan konsumsi ikan per kapita harian hingga mendekati tingkat yang direkomendasikan yaitu 40 kkal di sebagian besar negara, sehingga mengurangi kematian akibat penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan kanker usus sebesar 2% pada tahun 2050.
“Terlepas dari potensi teoritis dari pakan ikan, beberapa hambatan, seperti tepung ikan dan pengolahan minyak, penangkapan ikan yang berlebihan, perubahan iklim, dan penerimaan budaya dapat menghalangi terwujudnya manfaat kesehatan dari pakan ikan,” kata para peneliti.
“Koordinasi dan tindakan kebijakan multi-sektoral (misalnya: memprioritaskan akses terhadap ikan yang terjangkau, seperti ikan pakan ternak, bagi masyarakat miskin dan mempromosikan penggunaan mikroalga yang kaya nutrisi sebagai pakan ikan) dapat membantu mengatasi beberapa hambatan ini,” mereka menambahkan.
Event ini menawarkan tiga kategori lomba, yakni Marathon, Half Marathon, dan 10K, dengan skema harga yang dibedakan berdasarkan kewarganegaraan peserta.