Bryan Adams Hibur Fansnya dengan 28 Lagu dan Balon Raksasa
GAYA HIDUP
Feb 04 2026, 10.49
Jarum jam sudah menunjukkan 15 menit lewat pukul 9 malam. Lampu di stadion Beach City International Ancol tiba-tiba padam. Lebih dari 10 ribu penonton yang ada di dalam stadion mulai histeris. Semua mata tertuju ke panggung.
Intro musik lagu Cant Stop This Thing We Started mulai berkumandang. Namun, ketika lampu kembali dinyalakan, panggung masih kosong. Tapi, Bryan Adams sudah mulai menyanyikan lagu yang diambil dari album Waking Up the Neighbor itu.
Ternyata, rocker asal Kanada itu bernyanyi di belakang penonton yang memenuhi kelas festival. Sambil memegang gitar dan harmonika melilit di leher, musisi yang berusia 66 tahun ini melantunkan dua lagu di “panggung” buatan tersebut sebelum pindah ke panggung utama.
Itu baru satu kejutan yang dihadirkan Bryan Adams di konser dengan tajuk Roll with the Punches. Sebelum membawakan lagu Roll with the Punches, sebuah balon udara raksasa yang berbentuk sarung tinju terbang di atas kepala penonton dan memutari langit-langit stadion.
Bryan juga membuat rikues kepada penonton untuk menghidupkan flashlight dari ponsel dan mengangkat wristband yang ada di tangan semua penonton. Lampu di stadion dimatikan dan hanya cahaya dari flashlight ponsel serta warna oranye dari wristband. Oh iya, sebelum masuk ke tempat konser, semua penonton mendapatkan wristband yang akan menyala saat konser dimulai. Dan, wristband itu boleh dibawa pulang.
Rikues ini sesuai dengan judul lagu Shine a Light yang dibawakan Bryan Adams. Di sepanjang lagu tersebut, penerangan di stadion hanya berasal dari flashlight ponsel dan juga cahaya dari wristband.
Bryan Adams memulai karirnya di blantika musik ketika mengeluarkan album Reckless pada 1984. Album itu melahirkan hits Summer of 69 dan tentunya Heaven yang jadi nomor 1 di tanggal lagu Amerika Billboard Hot 100 selama dua minggu pada 1995.
Bryan Adams adalah seorang rocker, yang bisa dilihat dari sebagian besar lagu hitsnya. Namun, dia justru lebih dikenal lewat lagu-lagu balada seperti Heaven, Please Forgive Me dan Everything I Do I Do It For You.
Selama empat dekade lebih berkarir, lagu-lagu Bryan Adams disukai oleh lintas generasi. Sejumlah penonton yang hadir di konser adalah kelompok Gen Z yang datang bersama orangtua atau juga teman-temannya.
Mereka hapal di luar kepala lagu-lagu hits Bryan Adams, seperti Please Forgive Me. Dari awal hingga akhir lagu, ribuan penonton ikut bersenandung bersama musisi idola mereka itu.
“Terima kasih untuk kalian semua yang sudah hadir di sini. Lagu yang baru saja saya bawakan judulnya adalah In the Heat of the Night. Itu yang saya rasakan tadi ketika dalam perjalanan dari hotel menuju venue ini. Satu lagi, sepertinya kalian semua memerlukan mobil terbang karena lalu lintasnya luar biasa macet,” kata Bryan berseloroh.
Dan, penonton kembali dibuat terkejut ketika lagi-lagi ada balon udara yang berbentuk mobil terbang di atas kepala penonton. Kali ini, ada tulisan So Happy It Hurts yang merupakan salah satu lagu yang dibawakan oleh Bryan Adams.
Bryan Adams tidak menyanyikan semua lagu hitsnya dengan format yang sama. Dia beberapa kali mengaransemen sejumlah lagu yang dibawakan dengan format berbeda. Contohnya lagu Heaven yang merupakan lagu balada dibawakan dengan iringan gitar listrik yang meraung-raung. Atau lagu All For Love yang dibawakan hanya dengan gitas akustik.
“Saya tahu kalian semua ingin mendengarkan lagu-lagu hits saya, tapi sepertinya itu tidak bisa terjadi di malam ini. Karena Roll with the Punches adalah album ke-17 saya, jadi pasti ada lagu-lagu yang ingin kalian dengarkan tidak ada di daftar lagu malam ini,” ujar Bryan.
Memang, ada sejumlah lagu hits yang tidak dibawakan Bryan Adams seperti Let’s Make a Night to Remember, The Best of Me, When You’re Gone dan juga I’ll Always be Right There. Namun, penonton tidak perlu kecewa, karena Bryann Adams membawakan empat lagu hitsnya yang jadi nomor 1 di Billnboard Hot 100.
Mulai dari Heaven (3 minggu nomor 1), Everything I Do I Do It For You (tujuh minggu no 1), All For Love (3 minggu nomor 1) dan Have You Ever Really Loved a Woman (5 minggu nomor 1). Uniknya, empat lagu tersebut semuanya berasal dari soundtrack film, mulai dari A Night in Heave, Robin Hood: Prince of Thieves, Three Musketeers hingga Don Juan de Marco.
Di sepanjang karirnya, Bryan Adams sudah menjual lebih dari 100 ribu kopi album, meraih banyak penghargaan mulai dari MTV Music Award, MTV Movie Award, Juno Award hingga Grammy Award. Dia juga menjadi musisi Kanada pertama yang bisa meraih enam nominasi Grammy pada 1992 berkat lagu Everything I Do I Do It For You.
Adams memilik ciri khas yaitu suaranya yang serak. Ciri khas itu masih lekat di dirinya. Itu merupakan menjadi pembeda Adams dengan rocker lainnya. Selain itu, Adams juga sering menampilkan lirik yang romantis. Contohnya di lagu Have You Ever Really Loved a Woman:
“When you see your unborn children in her eyes, you know you reallly loved a woman.....”
Bryan Adams membawakan 28 lagu selama 2 jam di konser Roll with the Punches yang digelar di Beach City International, Ancol, Selasa (3/2/2026). Selama di atas panggung, Adams dan personelnya tidak pernah mengambil waktu untuk istirahat. Lagu demi lagu terus bergulir.
Di usianya yang sudah tidak lagi muda, Bryan Adams seperti anak usia 18 tahun yang enerjik. Persis seperti lirik di salah satu lagu hitsnya: 18 til I die:
18 'til I die, gonna be 18 'til I die It sure feels good to be alive Someday I'll be 18 goin' on 55 18 'til I die
Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Antara Suara untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri musik di Asia Tenggara.