Indonesia Perlu Belajar dari Malaysia untuk Proyek Semikonduktor
EKONOMI & BISNIS
Feb 03 2026, 11.39
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Indonesia harus belajar banyak dari Malaysia dalam proyek semikonduktor. Karena, saat ini Malaysia berada di depan Indonesia dalam hal semikonduktor.
Kata Airlangga, Korea Selatan menempati fase pertama di pengembangan semikonduktor yaitu pembangunan ekosistem startup dan Malaysia ada di fase kedua yaitu transformasi industri. Sedangkan Indonesia berpeluang memasuki fase ketiga yaitu chip yang didefinisikan secara khusus untuk kebutuhan komputasi berdaulat.
“Jika kita melihat grafiknya, Malaysia sedang bekerja pada fase kedua, sementara Korea pada fase pertama, sehingga fase ketiga terbuka untuk siapa saja. Saya pikir dengan kolaborasi dengan Sarawak, kita dapat bekerja sama pada fase ketiga dan berbagi peluang masa depan di bidang mobile, IoT, PC, otomotif, dan cloud, termasuk pusat data, dan Indonesia memiliki keunggulan,” kata Airlangga saat menjadi pembicara kunci di ajang Indonesia Economic Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesia Business Council di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Airlangga menambahkan, dari sektor hulu Indonesia memiliki pasir silika dan juga kaca apung lalu ada panel surya dan selanjutnya air.
“Jadi, menurut saya Pak Arsjad (Ketua Dewan Pengawas IBC-red) udah berada di jalur yang benar untuk membawa Datuk Patinggi Tan Sri (Perdana Menteri Serawak-red) lebih sering ke Jakarta. Jika saya berada di organisasi Anda, saya akan menunjuk Datuk sebagai pelindung, jadi pastikan dia datang ke sini dan berikan dia visa emas, sehingga dia bisa datang kapan saja,” ujar Airlangga.
Airlangga menambahkan, Presiden Prabowo juga sudah berkomitmen untuk mendukung generasi baru semikonduktor. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar untuk produk elektronik, membuka peluang bagi industri semikonduktor lokal untuk tumbuh.
Laporan dari McKinsey & Company (2022) menunjukkan bahwa permintaan akan perangkat elektronik di Indonesia kian hari terus meningkat, terutama dalam sektor smartphone dan perangkat rumah pintar. Selain itu, posisi geografis Indonesia yang strategis memberikan keuntungan dalam distribusi produk semikonduktor ke pasar Asia Tenggara dan sekitarnya
IES 2026 akan menghadirkan tiga kelompok utama dalam diskusi, yakni pimpinan bisnis, pemikir global Indonesia dan internasional, serta para pembuat kebijakan.