Indonesia Economic Summit 2026 Digelar untuk Memastikan RI Tetap Menarik bagi Investasi
EKONOMI & BISNIS
Feb 03 2026, 12.05
Indonesia Business Council (IBC) kembali menyelenggarakan Indonesia Economic Summit, sebuah konferensi tingkat tinggi yang sangat penting bagi pemangku kepentingan di Indonesia Ini merupakan kali kedua, IBC menyelenggarakan Indonesia Economic Summit.
Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid mengatakan, konferensi ini menjadi katalisator bagi reformasi ekonomi dan penyempurnaan kebijakan. Tujuannya adalah memastikan Indonesia tetap menarik bagi investasi, kompetitif di pasar global, dan produktif dalam menghasilkan pertumbuhan inklusif.
“Tiga pilar untuk meningkatkan pertumbuhan, kepastian, kemampuan, dan modal, juga menjadi inti mengapa kami menyelenggarakan konferensi ini dan mengapa dialog ini penting. Selama beberapa tahun terakhir, saya telah mengunjungi beberapa negara, baik dalam kapasitas saya sebagai anggota Dewan Bisnis Indonesia maupun secara pribadi, dan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak investor global dan pemimpin bisnis,” kata Arsjad saat membuka acara Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Arsjad menambahkan, pertanyaan pertama yang sering ditanyakan adalah seberapa jauh integrasi perdagangan yang lebih dalam, peningkatan investasi, dan konektivitas infrastruktur yang lebih kuat dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan yang lebih inklusif dan merata di antara negara-negara.
Selain itu, ada juga pertanyaan tentang bagaimana model pertumbuhan nasional telah berubah di tengah munculnya Trumpisme dan kebijakan ekonomi global yang lebih transaksional.
“Ada juga pertanyaan tentang apa keseimbangan yang paling efektif antara peran negara yang aktif dan mekanisme berbasis pasar dalam menghadapi dinamika global yang tidak dapat diprediksi saat in. Lalu, bagaimana negara-negara dan bisnis dapat lebih siap menghadapi perubahan eksternal yang secara praktis mengubah cara kita berdagang, berinvestasi, dan mengatur rantai pasokan. Pada tingkat nasional, konferensi ini ini akan mengevaluasi secara kritis beberapa pertanyaan kunci bagi Indonesia,” jelas Arsjad.
Arsjad menambahkan, konferensi ini akan membahas bagaimana Indonesia dapat memastikan aliran investasi tetap masuk, memperkuat kemampuan industri domestik, mengembangkan talenta, dan menciptakan lapangan kerja bagi rakyat.
Selain itu, ada juga pembahasan tentang bagaimana meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia dan mengangkat juara industri dalam negeri agar dapat bersaing secara efektif di tingkat regional dan global. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana Indonesia memastikan bahwa pertumbuhan hijau memberikan manfaat ekonomi yang luas sambil menjaga kekayaan lingkungan Indonesia.
“Kami telah menyusun serangkaian diskusi panel terfokus yang mencakup prioritas tematik utama. Sesi ini akan membahas berbagai isu, mulai dari kota berkelanjutan, pasar karbon, keuangan Islam, gerakan produktivitas nasional, hingga penguatan ekosistem pekerja migran Indonesia, rantai pasok regional, dan industrialisasi. Diskusi-diskusi ini dikembangkan melalui kolaborasi erat dengan lembaga pemikir terkemuka, dewan bisnis, dan mitra strategis, memastikan bahwa diskusi tersebut relevan dengan kebijakan dan berorientasi pada tindakan,” pungkas Arsjad.
Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar untuk produk elektronik, membuka peluang bagi industri semikonduktor lokal untuk tumbuh.
IES 2026 akan menghadirkan tiga kelompok utama dalam diskusi, yakni pimpinan bisnis, pemikir global Indonesia dan internasional, serta para pembuat kebijakan.