Akun Instagram Diretas? Amankan dengan 6 Langkah Ini
TEKNOLOGI DIGITAL
Nov 16 2023, 08.58
Bentuk peretasan akun Instagram kini bermacam-macam, mulai dari pengiriman link yang tampak mencurigakan, hingga direct message (DM) dari orang tak dikenal yang menawarkan centang biru verifikasi) untuk akun Instagram.
Para korban peretasan pun tak hanya dari kalangan masyarakat awam, tapi juga para selebriti dan tokoh-tokoh terkenal lainnya.
Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para pengguna Instagram untuk menghindari bahaya tersebut, dan mengamankan akun mereka, di antaranya dengan mengunci atau menggunakan private mode. Namun, bagaimana jika akun Instagram sudah terlanjur kena retas? Dilansir dari Bustle, berikut ini 6 langkah untuk mengamankan akun Instagram yang diretas.
1. Memperbarui Kata Sandi (Password) dan Tingkatkan Kekuatannya
Untuk meminimalkan risiko peretasan, ubahlah kata sandi (password) secara teratur, dan pilihlah kata sandi yang rumit untuk meningkatkan keamanan akun Instagram. Satu rekomendasi aplikasi tambahan untuk melacak kata sandi (password) yang diretas adalah Lastpass.
Lastpass akan memberitahu pengguna jika kata sandi Instagramnya telah berubah. Tapi apabila pengguna kesulitan untuk membuat kata sandi yang kuat, pengguna dapat menggunakan kata sandi yang secara otomatis telah dibuat oleh Apple (jika pemilik akun Instagram adalah pengguna iPhone).
Agar lebih berhati-hati, pastikan kata sandi di berbagai aplikasi atau media sosial tidak sama, dan tidak menyertakan informasi data diri.
2. Menggunakan Autentikasi Dua Faktor
Autentikasi dua faktor adalah ketika media sosial mengirimkan pesan teks kepada penggunanya dengan kode atau tautan pihak ketiga setiap kali pengguna itu masuk untuk memverifikasi bahwa orang tersebut adalah si pemilik akun.
Memang agak sedikit menjengkelkan, karena merasa tak dipercayai sebagai pemilik akun yang sebenarnya, tetapi Instagram menawarkan Autentikasi Dua Faktor karena suatu alasan.
Untuk mengaktifkan identifikasi dua faktor, ketuk ikon garis tiga di sudut kanan atas profil Instagram, lalu ketuk Pengaturan dan Privasi, kemudian arahkan ke Pusat Akun.
Dari Pusat Akun, pilih Kata Sandi dan Keamanan, diikuti dengan Autentikasi Dua Faktor.
3. Menghapus Aplikasi yang Tidak Digunakan
Ketika keanggotaan pengguna di sebuah aplikasi atau media sosial masih aktif, informasi yang ditautkan ke aplikasi tersebut masih juga masih aktif, dan hal inilah yang berpotensi digunakan oleh peretas untuk mendapatkan akses ke akun lain.
Jika pengguna sudah tidak menggunakan aplikasi atau media sosial tersebut dalam beberapa tahun, tidak ada alasan untuk tetap menggunakannya, terutama jika pengguna menggunakan kata sandi yang sama untuk semua aplikasi lainnya.
Ada baiknya para pengguna memeriksa semua aplikasi atau media sosial yang masih aktif digunakan, dan secara permanen menghapus akun yang tidak digunakan lagi, terutama aplikasi atau media sosial yang dimasuki dengan menggunakan akun Facebook atau pun Gmail.
Sangat disarankan kepada para pengguna untuk masuk ke pengaturan masing-masing platform guna menghapus akun masing-masing, dan jangan hanya menghapus aplikasi dari layar beranda.
4. Memeriksa Pengaturan Pemulihan Akun Instagram
Ketika para pengguna membuat Instagram 10 tahun yang lalu, para pengguna mungkin telah memilih email yang tidak lagi digunakan.
Jika para pengguna belum pernah memulihkan akun atau mengatur ulang kata sandi, para pengguna mungkin tidak tahu email default yang didaftarkan.
Periksa semua akun email yang terhubung dengan akun media sosial, dan pastikan semuanya sudah diperbarui, serta dapat diakses.
5. Mencadangkan Instagram
Meskipun para pengguna mungkin tidak bisa mendapatkan kembali pesan dan interaksi dari akun yang telah dicuri, memiliki cadangan postingan Instagram akan mengurangi dampak peretasan permanen.
Mencadangkan akun Instagram berguna untuk memulihkan akun yang diretas, karena jika peretas meminta tebusan uang, pengguna masih memiliki akses ke informasi penting, dan dapat meminta agar akun lama dihapus tanpa kehilangan kenangan.
Untuk mencadangkan data Instagram, buka situs seluler, ketuk ikon garis tiga yang diikuti dengan mengklik Aktivitas, lalu pilih Unduh Informasi.
Dari sana, pengguna akan diminta untuk memasukkan akun email untuk dikirimi informasi, dan apakah pengguna ingin data dikirim dalam format HTML atau JSON.
Masukkan kata sandi Instagram, pilih Minta Unduh, dan pengguna akan segera menerima email berjudul Data Instagram Anda.
6. Tetap Waspada
Sebagian besar platform, termasuk Instagram, memiliki sistem yang baik dalam memberi tahu pengguna tentang aktivitas mencurigakan di akun pengguna tersebut.
Meski demikian, para penipu juga dapat menggunakan pemberitahuan palsu untuk mengelabui pengguna agar mengklik tautan, dan terjerumus ke dalam peretasan.
Kapan pun pengguna mendapatkan email keamanan dari sebuah aplikasi atau media sosial, periksa dulu alamatnya, dan pastikan email tersebut resmi sebelum mengklik tautan apa pun, karena email tersebut seharusnya berasal dari alamat @instagram.com.
Instagram ini tidak akan pernah mengirimi pengguna DM jika ada masalah.
Jika pengguna mendapatkan email dari Instagram dan tidak yakin apakah email tersebut asli, ketuk Pengaturan, Keamanan, lalu Email Dari Instagram. Jika email tersebut asli, maka email tersebut akan tetap ada selama 14 hari setelah dikirim.