Pemerintah diminta untuk menunda rencana impor beras hingga Agustus 2023. Guru Besar IPB yang juga Ketua Umum Assosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia Dwi Andreas Santosa mengatakan, dampak El Nino terhadap komoditas pangan khususnya padi memang akan terjadi potensi penurunan sebesar 5 persen atau sekitar 1,5 juta ton beras.
Namun, kata Dwi Andreas, saat ini belum ada data yang pasti tentang stok beras nasional. Kata dia, pada Agustus nanti sudah ada ada data tentang prediksi produksi padi pada nasional 2023.
“Tunda rencana impor beras hingga Agustus, karena alam kan penuh dengan kejutan jadi mungkin ada beberapa hal yang di luar prediksi kita. Harga sekarang baik, petahankan harga, beberapa opsi impor dihentikan duku supoaya harga tetap baik, kalau harga baik di tingkat usaha tani, ramalan saya mungkin meleset,” ujar Dwi Andreas dalam webinar El Nino Datang Lagi: Bagaimana Antisipasi Sektor Pertanian dan Perunggasan,” yang diselenggarakan Katadata, Selasa (20/6/2023) di Jakarta.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk impor beras sebanyak 2 juta ton. Penugasan tersebut untuk menjaga ketahanan pangan nasional hingga akhir 2023. Bapanas menyebutkan pengadaan 500 ribu ton pertama agar dilaksanakan secepatnya karena untuk keperluan program bantuan sosial.
Dwi Andreas mengatakan, kebijakan impor sebaiknya menunggu data MT1 dan MT2 yang sangat penting. Selama ini, kata dia, BPS membuat prediksi data stok tahun ini pada Desember lalu. Karena itu, Dwi berharap data stok beras bisa dilakukan setiap bulan sehingga bisa dijadikan acuan sebelum melakukan impor beras.
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sudah mengantisipasi dampak El Nino tahun ini. Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Muda, Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan, Kementan RI Devied Apriyanto Sofyan mengatakan, Kementan sudah memetakan daerah rawan kekeringan dan pemantauan kondisi iklim harian. Daerah tesebut dibagi menjadi tiga zona yaitu hijau, kuning dan merah.
“Untuk daerah zona hijau, pemerintah akan melakukan pengawasan dan pengawalan serta antisipasi terjadi kekurangan air. Untuk daerah zona kuning, pemerintah akan membangun dan memperbaiki embung, biopori, DAM, parit dan lain-lain untuk peningkatan ketersedian air irigasi. Sedangkan untuk daerah zona merah, pemerintah akan menyiapkan sumur dalam untuk irigasi, diversifikasi pangan untuk antisipasi dampak El Nino dan mengoptimalkan lahan sawah rawa,” kata Devied.
Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan pembuka dari Pastel Badge, band indie yang sedang naik daun, serta kolaborasi eksklusif dengan musisi berbakat Suar Nasution.
Melalui acara seperti ini, MudaBerdaya berharap dapat terus menjadi jembatan bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kritis, percaya diri, dan berdaya.